1. Teknik Komunikasi Dalam Perawatan Paliatif
1.1. Definisi
1.1.1. Komunikasi interpersonal yang berfokus pada saling membutuhkan antara perawat dan pasien sehingga dikategorikan dalam komunikasi pribadi antara perawat dan pasien.
1.2. Strategi Komunikasi
1.2.1. Memahami latar belakang pasien dan anggota keluarga
1.2.2. Pemimpin keluarga mengatur setiap anggota keluarga agar proses komunikasi antar anggota keluarga, pasien, dan perawat dapat berkembang dengan baik
1.2.3. Berkomunikasi yang jelas, sopan, dan sesuai etika yang berlaku
1.2.4. Saling menghargai anggota keluarga lain
1.2.5. Jangan menyela pembicaraan orang lain
1.2.6. Selalu memperhatikan orang yang mengajak bicara
1.2.7. Berikan respons yang baik, mendukung, dan tidak menyinggung
1.3. Tahapan Komunikasi Terapeutik
1.3.1. Tahap Pre-interaksi
1.3.1.1. Persiapan perawat sebelum bertemu dan berkomunikasi dengan pasien.
1.3.2. Tahap Orientasi/ Perkenalan
1.3.2.1. Dimulai ketika perawat bertemu pasien untuk pertama kalinya.
1.3.3. Tahap Kerja
1.3.3.1. Inti dari hubungan perawat dengan pasien yang berkaitan dengan pelaksanaan rencana asuhan keperawatan.
1.3.4. Tahap Terminasi
1.3.4.1. Tahap akhir dari keseluruhan proses komunikasi terapeutik.
1.4. Prinsip
1.4.1. Perawat harus mengenal dirinya sendiri
1.4.2. Komunikasi ditandai dengan sikap saling menerima, saling percaya dan menghargai
1.4.3. Perawat harus memahami, menghayati nilai yang dianut oleh pasien
1.4.4. Perawat harus menyadari pentingnya kebutuhan pasien baik fisik maupun mental
1.4.5. Perawat menciptakan suasana dimana pasien memiliki motivasi untuk mengubah dirinya
1.4.6. Kejujuran dan komunikasi terbuka
1.4.7. Mampu berperan sebagai role model
1.4.8. Perawat menciptakan suasana dimana pasien bebas berkembang tanpa rasa
1.4.9. Berpegang pada etika
1.5. Teknik
1.5.1. Mendengarkan
1.5.2. Menunjukkan penerimaan
1.5.3. Mengulang pernyataan pasien
1.5.4. Klarifikasi
1.6. Penyampaian Berita Buruk
1.6.1. Setting Up The Interview
1.6.1.1. Peninjauan ulang apa yang akan disampaikan, kelengkapan data pendukung diagnosis, bagaimana cara menyampaikan kabar buruk dan bagaimana pasien merespons kabar buruk tersebut.
1.6.2. Assessing the Patient’s Perception
1.6.2.1. Menilai pengetahuan pasien atau keluarga mengenai penyakit yang diderita.
1.6.3. Obtaining the Patient’s Invitation
1.6.3.1. Menanyakan kepada pasien seberapa dalam informasi mengenai penyakit yang ingin diketahui pasien.
1.6.4. Giving Knowledge and Information to the Patient
1.6.4.1. Tenaga medis memberikan petunjuk di awal pembicaraan.
1.6.5. Addressing the Patient’s Emotions With Empathic Responses
1.6.5.1. Tenaga medis harus menunjukkan sikap empati dalam merespons emosi pasien
1.6.6. Strategy and Summary
1.6.6.1. Pastikan pasien dalam keadaan siap untuk berdiskusi.
1.7. Dukungan Pada Keluarga
1.7.1. Dukungan instrumental
1.7.2. Dukungan keluarga informasional
1.7.3. Dukungan penilaian (appraisal)
1.7.4. Dukungan emosional
2. Kehilangan
2.1. Definisi
2.1.1. Situasi yang dialami individu ketika terjadi perubahan dalam hidup atau berpisah dengan sesuatu yang sebelumnya ada, baik sebagian ataupun keseluruhan.
2.2. Bentuk
2.2.1. Kehilangan objek eksternal
2.2.2. Kehilangan lingkungan
2.2.3. Kehilangan sesuatu/individu
2.2.4. Kehilangan suatu aspek diri
2.2.5. Kehilangan hidup
2.3. Jenis
2.3.1. Kehilangan orang terdekat
2.3.2. Kehilangan aspek diri (loss of self)
2.3.3. Kehilangan objek eksternal
2.3.4. Kehilangan lingkungan yang sangat dikenal
2.3.5. Kehilangan kehidupan/meninggal
2.4. Dampak
2.4.1. Perasaan
2.4.1.1. Keterkejutan, mati rasa, kesedihan, penyangkalan, keputusasaan, kecemasan, rasa bersalah, kesepian depresi, ketidakberdayaan, kerinduan.
2.4.2. Sensasi fisik
2.4.2.1. Sesak, mual/sakit perut, pusing, sakit kepala, mati rasa fisik, kelemahan/ ketegangan otot, dan kelelahan
2.4.3. Perilaku
2.4.3.1. Kesulitan tidur/tidur berlebih, kehilangan energi untuk melakukan aktivitas, kehilangan minat untuk makan dan bersosialisasi.
3. Berduka
3.1. Definisi
3.1.1. Proses dimana seseorang mengalami respon psikologis, sosial, dan fisik terhadap kehilangan yang dipersepsikan.
3.2. Tahapan
3.2.1. Pengingkaran / Penyangkalan (Denial)
3.2.2. Fase Marah (Anger)
3.2.3. Fase Tawar-menawar (Bargaining)
3.2.4. Fase Depresi (Depression)
3.2.5. Fase Penerimaan (Acceptance)
3.3. Tindakan Keperawatan
3.3.1. Umum
3.3.1.1. Membina dan meningkatkan hubungan saling percaya
3.3.1.2. Menentukan tahap keberadaan pasien
3.3.1.3. Meningkatkan rasa kebersamaan antar anggota keluarga.
3.3.1.4. Mengenali faktor-faktor yang mungkin menghambat
3.3.1.5. Mengurangi atau menghilangkan faktor penghambat
3.3.1.6. Memberi dukungan terhadap respons kehilangan pasien
3.3.2. Khusus
3.3.2.1. Tahap Denial
3.3.2.1.1. Menunjukan sikap menerima dengan ikhlas dan mendorong pasien untuk berbagi rasa
3.3.2.1.2. Memberikan kesempatan pasien untuk mengungkapkan perasaan
3.3.2.1.3. Memberi jawaban yang jujur terhadap pertanyaan pasien tentang sakit dan pengobatan
3.3.2.2. Tahap Anger
3.3.2.2.1. Mengijinkan dan mendorong pasien mengungkapkan rasa marah secara verbal tanpa melawan kemarahan
3.3.2.2.2. Menjelaskan kepada keluarga bahwa kemarahan pasien sebenarnya tidak ditujukan kepada mereka
3.3.2.2.3. Membiarkan pasien menangis
3.3.2.2.4. Mendorong pasien untuk membicarakan kemarahannya
3.3.2.3. Tahap Bargaining
3.3.2.3.1. Membantu pasien mengungkapkan rasa bersalah dan takut
3.3.2.3.2. Mendengarkan ungkapan dengan penuh perhatian
3.3.2.3.3. Mendorong pasien untuk membicarakan rasa takut/bersalahnya
3.3.2.4. Tahap Depression
3.3.2.4.1. Membantu pasien mengidentifikasi rasa bersalah dan takut
3.3.2.4.2. Membantu pasien mengurangi rasa bersalah
3.3.2.5. Tahap Acceptance
3.3.2.5.1. Membantu keluarga mengunjungi pasien secara teratur
3.3.2.5.2. Membantu keluarga berbagi rasa
3.3.2.5.3. Membahas rencana setelah masa berkabung terlewati
3.3.2.5.4. Memberi informasi tentang kebutuhan pasien dan keluarga