by Terosha Reynanda 1701036783 || 01PHM

Character Building Assignment - Mind Mapping Chapter 9

Iniziamo. È gratuito!
o registrati con il tuo indirizzo email
by Terosha Reynanda 1701036783 || 01PHM da Mind Map: by Terosha Reynanda 1701036783 || 01PHM

1. Resilience

1.1. Daya tahan adalah kemampuan seseorang menanggung atau beradaptasi dengan segala permasalahan ringan hingga berat.

1.2. Contohnya: Perpisahan, bencana alam, kematian seseorang yang dikasihi, perampokan

1.3. Daya tahan + Usaha Keras + Ketekunan = Tangguh dan tidak mudah putus asa

1.4. Ada dalam diri tiap orang, dapat dilatih dan dikembangkan

2. Faktor yang Mempengaruhi Daya Tahan

2.1. Self Acceptance: Menerima diri sendiri

2.2. Personal Growth: Terbuka pada setiap pengalaman dan tantangan hidup

2.3. Purpose in Life: Mempunyai tujuan hidup

2.4. Environmental Mastery: Keahlian dan kemampuan dalam menguasai lingkungan

2.5. Autonomy: Kemandirian dan kesadaran atas pikirannya, tidak dibawah tekanan atau perintah

2.6. Positive Relation with Others: Menjalin relasi yang baik dengan orang lain

3. Preserverance

3.1. Ketekunan (Preserverance) adalah fasilitas yang harus dimiliki dalam melatih, mengembangkan, bahkan menunjukkan daya tahan.

3.2. Kepercayaan kepada Sang Khalik dan kisah-kisah yang inspiratif berperan penting dalam bertekun

3.3. Ketekunan menjadi sikap kunci menghadapi masalah yang menimbulkan daya tahan diri meningkan

3.4. Kesuksesan seringkali bukan berasal dari kelebihan yang dimiliki namun karena ketekunan

3.5. Tekun, berarti berkomitmen, bekerja keras, sabar, tidak complain, berjuang.

4. Optimisme

4.1. Sikap Optimisme dapat menumbuhkan dan mengembangkan daya tahan

4.2. Memiliki sifat optimis dalam menghadapi masalah dipengaruhi daya tahan, sebaliknya daya tahan dapat dirasakan melalui sikap optimis dalam menghadapi masalah

4.3. Contoh sikap optimis dalam menghadapi masalah

4.3.1. Menerima apa yang terjadi

4.3.2. Mengekspresikan perasaan

4.3.3. Mencari pertolongan orang yang kompeten

4.3.4. Mencoba untuk melakukan lebih baik lagi

4.3.5. Menjadikan pengalaman sebagai pelajaran

4.3.6. Menjadikan masalah sebagai tantangan

4.4. Menurut Martin E. P. Seligman, Ph. D., Sikap Optimis dan pesimis dipengaruhi oleh beberapa aspek:

4.4.1. ASPEK WAKTU

4.4.1.1. Menganggap masalah sebagai sesuatu yang SEMENTARA

4.4.1.2. Menganggap masalah sebagai sesuatu yang PERMANEN

4.4.2. ASPEK RUANG LINGKUP

4.4.2.1. Permasalahan dipandang secara SPESIFIK

4.4.2.2. Permasalahan dipandang secara GLOBAL

4.4.3. ASPEK HARAPAN

4.4.3.1. Melihat ADA SETETES HARAPAN dalam penyelesaian masalah

4.4.3.2. Masalah tidak dapat dipecahkan atau TIDAK ADA HARAPAN untuk diselesaikan

4.4.4. ASPEK PERSONALISASI

4.4.4.1. Masalah terjadi sebagai kesalahan EKSTERNAL

4.4.4.2. Masalah terjadi sebagai kesalahan INTERNAL