KESEKERTARISAN

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
KESEKERTARISAN by Mind Map: KESEKERTARISAN

1. Organisasi dan Kantor

1.1. Organisasi adalah satu jenis wadah perlengkapan di masyarakat yang dibikin oleh orang-orang dengan tujuan dapat memperoleh efesiensi kerja tertntu yang sebesar-besarnya.

1.1.1. Unsur Unsur Organisasi : 1. Ada wadah atau tempatnya 2. Ada orang-orangnya 3. Kedudukan dan tugas yang jelas 4. Ada tujuannya

1.1.1.1. Asas Asas Organisasi : 1. Perumusan tujuan jelas 2. Pembagian kerja jelas 3. Pendelegasian wewenang jelas Koordinasi jelas 4. Ada efisiensi pengawasan 5. Ada pengawasan menyeluruh

1.1.1.1.1. Macam Macam Organisasi : 1. Organisasi politik yaitu organisasi yang bertugas dalam penyelenggaraan negara 2. Organisasi bisnis yaitu oraganisasi yang berkaitan untuk perencanaan peluang bisnis 3. Organisasi profesi ini menghimpun orang-orang yang bekerja sesuai dengan profesi mereka, juga ada kode etik untuk menjaga agarprofesi mereka selalu dihargai dan dihormati 4. Organisasi social yaitu organisasi yang bertujuan untuk membantu atau memenuhi kebutuhan masyarakat. dll.

1.2. kantor adalah bagian dari organisasi yang menjadi pusat kegiatan administrasi dan tempat pengendalian kegiatan informasi

1.2.1. Ciri Ciri Kantor a) Alat penyambung pancaindera dan ingatan pimpinan b) Membantu pimpinan merumuskan pekerjaan, penyederhanaan sistem management, motede kerja, mencapai efisiensi dalam pekerjaan tata usaha

1.2.1.1. Unsur-unsur Kantor a) Gedung, terdiri dari bangunan, ruangan dan perlengkapan gedung b) Equipment, terdiri dari mesin-mesin kantor dan perabot-perabot kantor. c) Personil, yaitu semua orang yang terkait dalam organisasi kantor, mulai dari pesuruh sampai pimpinan.

1.2.1.1.1. Jenis Jenis Pekerjaan Kantor : a. Mengumpulkan / meghimpun , yaitu kegiatan mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan yang tadinya belum ada atau berserakan di mana-mana, menjadi siap dipergunakan bila mana diperlukan b. Mencatat, yaitu kegiatan membubuhkan dengan berbagai macam peralatan sesuai dengan perkembangan teknologi modern dan kebutuhan keterangan yang diperlukan, sehingga wujudnya langsung siap pakai. c. Mengolah, yaitu macam-macam kegiatan mengerjakan keterangan dengan maksud menyajikan dalam bentuk yang lebih berguna. d. Menggandakan, yaitu kegiatan memperbanyak dengan berbagai cara dan alat, sebanyak jumlah yang diperlukan. e. Menyimpan, yaitu kegiatan menaruh atau melekatkan dengan berbagai cara dan alat tempat tertentu sehingga sistematis dan aman. f. Pengelompokan Pekerjaan Kantor Di atas, merupakan tugastugas rutin dan bekesinambungan serta dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan kebutuhan, antara lain berupa pekerjaa tulis-menulis, mengetik, menghitung, membuat jadwal, grafik, dan chard.

2. Sarana Kantor

2.1. Peralatan atau perlengkapan kantor adalah suatu sarana dan prasarana yang dapat memperlancar atau mempercepat pelaksanaan perkerjaan kantor.

2.1.1. Istilah-istilah dalam peralatan kantor adalah sebagai berikut : 1. Perabot kantor (office furniture) Yaitu benda-benda yang terbuat dari kayu, besi ataupun bahan lainnya, yang dipergunakan untuk melaksanakan tugas tata usaha dan termasuk perlengkapan kantor tahan lama. 2. Mesin kantor (office machines) Yaitu segenap benda yang dipergunakan untuk membantu kelancaran tugas tata usaha seperti mesin-mesin kantor. 3. Perbekalan kantor (office supplies) Yaitu benda-benda yang akan habis dalam pemakaian sehari-hari di kantor. Benda-benda tersebut umumnya dipergunakan untuk keperluan tulis-menulis seperti kertas, tinta pensil, pulpen dan lain-lain. 4. Hiasan kantor (office ornament) Hiasan kantor adalah benda-benda kantor yang pada umumnya ditujukan untuk menambah suasana yang menyenangkan di kantor yang secara tidak langsung mempengaruhi kinerja di dalam kantor.

2.1.1.1. Perawatan dan Pemeliharaan mesin kantor. Didalam penggunaan, mesin kantor harus dipelihara dengan baik agar dapat dipergunakan secara maksimal dalam kondisi yang memuaskan. Biasanya ada buku petunjuk dari mesin-mesin tersebut yang memberikan pencegahan agar tidak terlalu cepat terjadi kerusakan pada mesin tersebut. Oleh sebab itu perlu jadwal waktu sebaik-baiknya untuk diadakan service/perbaikan dalam rangka pemeliharaan dan peningkatan penggunaan mesin-mesin kantor, yaitu : a. Pemeliharaan Pemeliharaan ini lebih ditekankan pada pencegahan sebelum terlanjur rusak, dengan pertimbangan biaya yang lebih ringan. b. Reparasi Yaitu perbaikan terhadap perlengkapan materil, agar dapat berfungsi lagi sebagaimana mestinya. c. Peningkatan Yaitu mengusahakan perlengkapan materil pada kondisi yang lebih baik lagi sehingga umurnya dan nilainya juga bertambah. d. Penggantian Yaitu mengganti perlengkapan yang telah ada dengan perlengkapan lain yang lebih cocok/baru. e. Penambahan Yaitu menambah jumlah perlengkapan yang fungsinya sama sehingga nilai total dari perlengkapan yang sejenis itu bertambah.

2.2. Tata Ruang Kantor Yaitu pengaturan dan penyusunan seluruh mesin kantor, alat perlengkapan kantor serta perabot kantor pada tempat yang tepat, sehingga pegawai dapat bekerja dengan baik, nyaman, leluasa dan bebas untuk bergerak, sehingga tercapai efesiensi kerja.

2.2.1. Tiujuan Tata Ruang Kantor : 1. Mencegah penghamburan tenaga dan waktu para pegawai karena prosedur kerja dapat dipersingkat. 2. Menjamin kelancaran proses pekerjaan yang bersangkutan. 3. memungkinkan pemakaian ruang kerja secara efesien. 4. Mencegah para pegawai di bagian lain terganggu oleh publik yang akan menemui suatu bagian tertentu, atau oleh suara bising lainnya. 5. Menciptakan kenyamanan bekerja bagi para pegawai. 6. Memberikan kesan yang baik terhadap para pengunjung.

2.2.1.1. Azas-azas Pokok Tata Ruang Kantor adalah sebagai berikut : 1. Azas Jarak Terpendek : Merupakan jarak terpendek antara 2 titik dalam garis lurus. 2. Azas Rangkaian Kerja : Yaitu penempatan para pegawai dan alat-alat kantor menurut rangkaian yang sejalan dengan urut-urutan penyelesaian pekerjaan. 3. Azas Penggunaan Segenap Ruang : Apabila mungkin, tidak ada ruang yang tidak terpakai, tidak hanya yang berupa luas lantai, tetapi juga vertikal ke atas maupun ke bawah 4. Azas Perubahan Susunan Tempat Kerja : Apabila diperlukan dapat dirubah dengan mudah, misalnya tata ruang kantor terpaksa dirubah, karena : a. Perubahan proses kerja/prosedur kerja kantor b. Penemuan teknologi baru, dan lain-lain.

2.2.1.1.1. Penyusunan Tata Ruang Kantor Pada dasarnya, dikenal adanya 4 macam tata ruang kantor, yaitu : 1. Tata ruang kantor berkamar (Cubicle Type Offices) 2. Tata ruang kantor terbuka (Open Plan Offices) 3. Tata ruang kantor berhias atau berpanorama / bertaman (Landscape Offices). 4. Tata ruang kantor yang merupakan gabungan antara bentuk tata ruang kantor berkamar, tata ruang kantor terbuka dan tata uang kantor berhias.

3. Organisai Dalam Kantor

3.1. Asas Asas Pokok Organisasi Pengorganisasian pekerjaan kantor bila dihubungkan dengan organisasi secara keseluruhan, maka dapat menggunakan 3 (tiga) asas, yaitu Asas Sentralisasi (pemusatan),Asas Desentralisasi, Asas Campuran Sentralisasi dan Desentralisasi,

3.1.1. ]Bentuk Bentuk Organisasi : 1. Organisasi Garis Lini Yaitu adalah suatu bentuk organisasi yang di dalamnya terdapat garis wewenang, yang menghubungkan langsung secara vertikal antara atasan dengan bawahannya 2.Organisasi Staff. Yaitu suatu bentuk organisasi yang hanya mempunyai hubungan dengan pimpinan tertinggi. Bawahan hanya berfungsi memberikan bantuan untuk kelancaran tugas pimpinan. Staf tidak mempunyai garis komando kebawah. 3.Organisasi Garis dan Staff Dalam bentuk organisasi garis dan staf, asas kesatuan komando tetap ada. Wewenang dilimpahkan secara vertikal dari pimpinan tertinggi sampai kepada unit yang ada paling bawah. Para staf hanya bertugas memberikan bantuan, saran-saran dan pelayanan kepada pimpinan dalam mengambil keputusan atau kebijakan. Dipakai atau tidaknya saran dari staf tergantung keputusan pimpinan sendiri. 4. Organisasi Fungsional Biasanya disusun berdasarkan sifat dan macam-macam fungsi yang harus dilaksanakan. Pada tipe organisasi fungsional ini masalah pembagian kerja (spsialisasi) benar-benar diperhatikan. Pembagian kerja didasarkan pada spesifikasi, sehingga setiap pejabat hanya mengerjakan suatu tugas tertentu saja. 5. Organisasi Kepanitiaan Dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut Organisasi Kepanitiaan Oranigasi dibentuk hanya untuk sementara waktu saja, setelah tugas selesai maka selesailah organisasi tersebut

3.1.1.1. Etika Komunikasi dalam Organisasi Kantor Etika berkomunikasi adalah penyampaian pesan atau berita antara komunikator dan komunikan dengan memperhatikan perilaku, sikap yang baik dan yang tidak baik untuk dilakukan ketika berkomunikasi. Dalam berkomunikasi harus memperhatikan beberapa hal untuk menghindari kegagalan, yaitu : a. Persepsi (pengertian pikiran) b. Ketepatan c Kreadibilitas ( unsur kepercayaan kepada orang lain) d. Pengendalian e. Kecocokan/keserasian

3.1.1.1.1. Etika Komunikasi dengan Pelanggan : Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menjaga hubungan baik dengan pelanggan, yaitu: a. Senantiasa memberikan perhatikan yang tulus dan sungguhsungguh terhadap pelanggan. b. Senantiasa melaksanakan pelayanan yang prima terhadap semua kebutuhan pelanggan. c. Menerima dengan baik semua masukan, saran dan kritikan yang diberikan oleh pelanggan bahkan harus ditindaklanjuti agar memberikan keputusan kepada pelangan. d. Memberikan diskon atau hadiah-hadiah pada hari-hari tertentu. e. Fleksibel dalam kekurangan pembayaran atau menunda waktu pembayaran (berhutang).

3.1.1.1.2. Etika Komunikasi dengan Pimpinan : Dalam melakukan komunikasi dengan pimpinan perlu memahami teknik berkomunikasi dengan cara berpikir positif yang dikembangkan menjadi komunikatif, efektif dan efesien, maka dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Topik pembicaraan telah ditentukan sebelumnya. 2. Lawan bicara diberi kesempatan untuk menanggapi setiap reaksi, saran dan unsur atau gagasan. 3. Menyesuaikan situasi dengan topik pembicaraan. 4. Berbicara dengan gaya atau sikap yang menyenangkan lawan bicara. 5. Menghargai dan menghormati lawan bicara secara konsisten. 6. Menghindari percakapan yang bersifat basa-basi. 7. Menghindari ucapan yang bersifat menilai. 8. Menghindari respon yang melemahkan atau mengancam. 9. Menghindari respon yang mengandung pemberian nasehat. 10. Menghindari respon yang monoton.

3.1.1.1.3. Komunikasi dengan Kolega Kolega adalah teman atau rekan kerja. Jadi komunikasi dapat dilakukan secara horizontal, meliputi pola aliran dalam organisasi yang terjadi antara anggota-anggota kelompok kerja yang sama atau para pekerja pada organisasi yang sama atau perusaaan yang sama.

4. Perencanaan Kerja Kntor, Efisiensi Pekerjaan dan Kerja Sama

4.1. Pengertian Perencanaan Kerja adalah suatu proses mempersiapkan usaha untuk melaksanakan suatu pekerjaan secara sistematis dan logis, sampai pekerjaan itu selesai dan membuahkan hasil yang diharapkan bersama. Kongkritnya adalah rencana kerja.

4.1.1. Proses Perencanaan Kerja : 1. Melaksanakan langkah-langkah pendahuluan 2. Menyusun rencana 3.Melaksanakan rencana 4. Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan 5. Mengadakan evaluasi terhadap seluruh pelaksanaan termasuk pengawan

4.1.1.1. Fungsi Rencana : 1. Sebagai pedoman kerja 2. Sebagai alat kordinasi 3. Sebagai alat pengawasan

4.1.1.1.1. Macam Macam Rencana dari Segi Ruang Lingkup : a. Rencana kebijakan b. Rencana program atau proyek c. Rencana operasional

4.1.1.1.2. Macam macam Rencana dari Segi Jangka Waktu : a Rencana panjang b. Rencana pendek c. Rencana sedang

4.1.1.1.3. Macam Macam Rencana dari Segi Administrasi Pemerintahan : a. Rencana nasional b. Rencana daerah c. Rencana perkotaan d. Rencana pedesaan

4.1.1.1.4. Macam Macam Rencana dari Segi Kemasyarakatan/Keseluruhan Masalah : a. Rencana umum b. Rencana khusus

5. Tata Kerja, Sistem kerja, Hubungan Kerja dan Kepemimpinan

5.1. Pengertian - Tata kerja adalah cara-cara melaksanakan kerja yang seefisien mungkin mengenai sesuatu pekerjaan dengan mempertimbangkan tujuan, fasilitas, tenaga kerja, waktu dan lain-lain yang tersedia. - Prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang saling berkaitan sehingga menunjukkan adanya suatu urutan tahap demi tahap yang harus dikerjakan dalam rangka penyelesaian suatu pekerjaan. - Sistem kerja adalah rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk satu kebulatan pola dalam rangka melaksanakan satu pekerjaan

5.1.1. Manfaaat - Tata Kerja pelaksanaan kerja menjadi kongkrit - Prosedur Kerja pengendalian kerja menjadi memungkinkan - Sistem Kerja menjadi pedoman kerja

5.1.1.1. Asas-asas penyusunan tata kerja, prosedur kerja dan sistem kerja: 1. Harus disusun secara sistematis (teratur). 2. Harus diberitahukan kepada semua pihak yang bersangkutan. 3. Harus sejalan dengan kebijaksanaan pimpinan yang berlaku. 4. Harus dapat mendorong pelaksanaan pekerjaan menjadi efisien. 5. Harus bisa ditinjau dan dievaluasi. 6. Harus bisa direvisi untuk disesuaikan dengan keadaan.

5.1.1.1.1. Pengaturan pokok untuk tata kerja, prosedur kerja dan system kerja di dalam organisasi adalah sebagai berikut : 1. Setiap pimpinan wajib menerapkan prinsip koordinasi di dalam tempat kerja masing-masing. 2. Setiap bawahan wajib menyampaikan laporan kepada atasan masing-masing. 3. Setiap pimpinan wajib memanfaatkan laporan. 4. Setiap laporan harus punya tembusan kepada bagian atau lembaga yang berkaitan.

6. Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja

6.1. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan

6.1.1. Tujuan keselamatan kerja adalah : 1. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktifitas nasional. 2. Menjamin keselamatan setiap orang yang berada di tempat kerja. 3. Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efesien.

6.1.1.1. Syarat-syarat keselamatan kerja adalah : 1. Mencegah dan mengurangi kecelakan 2. Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran 3. Mencegah dan mengurangi bahaya peledakan 4. Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri dari waktu kebakaran 5. memberikan pertolongan pada kecelakaan 6. Memberi alat-alat perlindungan dari pada para pekerja.

6.1.1.1.1. Kondisi-konsdisi kesehatan yang menyebabkan rendahnya produktivitas kerja antara lain adalah sebagai berikut : 1. Penyakit umum, penyakit yang paling banyak adalah penyakit infeksi, penyakit endemic (cacar, kolera) dan penyakit parasit (disebabkan karena cacing), penyakit alat pernapasan seperti flu dan bronchitis. 2. Penyakit akibat kerja, penyakit seperti keracunan bahan kimia, gangguan mental psikologis akibat kerja. 3. Keadaan gizi buruk pada buruh, yang dikarenakan penyakit endemis dan parasit, kurangnya pengertian tentang gizi, kemampuan pengupahan yang rendah dan beban kerja terlalu besar. 4. Lingkungan kerja yang kurang membantu untuk produkuktivitas optimal tenaga kerja, seperti keadaan suhu, kelembaban dan gerak udara yang memberikan suhu efektif di luar kenikmatan kerja 5. Kesejahteraan tenaga kerja yang kurang baik di karenakan pengupahan yang rendah 6. Fasilitas yang ada diperusahaan belum memenuhi standar

6.2. Hakekat kesehatan kerja menjadi dua hal, yaitu : 1. Sebagai alat untuk mencegah derajat kesehatan, derajat kerja setinggi-tingginya ( tenaga kerja disini mencakup : buruh, karyawan, petani, nelayan, pekerja sector nonformal, pegawai negeri dan sebagainya. 2. Alat untuk meningkatkan produksi yang berlandaskan kepada peningkatan efesiensi dan produktifitas.

6.2.1. Tujuan dari kesehatan kerja adalah: 1. Agar para pekerja/masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehataan setinggi tingginya, baik fisik maupun mental, baik idividual maupun social dengan usaha-usaha preventif dan kuratif terhadap penyakit-penyakit / ganguan-ganguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum. 2. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan dan gizi tenaga kerja 3. perawatan dan mempertinggi efesiensi dan produktifitas tenaga kerja 4. Pemberantasan kelelahan kerja dan meningkatkan kegairahan serta kenikmatan kerja 5. Perlindungan masyarakat luas dari bahaya-bahaya yang mungkin ditimbulkan oleh produk-produk perusahaan.

6.2.1.1. Syarat-syarat kesehatan kerja (menurut UU Nomor 1 Tahun 1970) antara lain adalah sebagai berikut : 1. Mencegah dan mengurangi kebakaran. 2. Mencegah dan mengurang dan memadamkan kebakaran 3. Mencegah dan mengurangi peledakan. 4. Memberikan kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya 5. Memberi pertolongan pada kecelakaan 6. Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja 7. Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja, baik fisik maupun psikis, keracunan, infeksi dan penularan 8. Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai 9. Menyelenggarakan suhu dan lembaban udara yang baik 10. Menyelenggarakan penyegaran udara yang cukup 11. Memelihara kesehatan dan ketertiban 12. Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya 13. Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang, binatang, tanaman atau barang 14. Mengamankan dan memeilhara segala jenis bangunan 15. Mengamankan dan memperlancar pekerjaan bongkar muat, perlakuan dan penyimpanan barang 16. Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya

6.3. Keamanan kerja adalah keadaan atau situasi aman yang dirasakan oleh seseorang pada saat melakuakan pekerjaan.

6.3.1. Keadaan yang tidak aman yang dapat menimbulkan kecelakaankecelakaan dan luka-luka dalam hubungan kerja antara lain : 1. Tidak adanya penjagaan, yang dimaksud adalah tempat-tempat yang berbahayam seperti jalan-jalan sempit, tanggal-tanggal yang tidak diberi ril-ril penjagaan, kawat-kawat listrik atau bahan-bahan peledak yang tidak di lingungi atau dituupi dengan cara tertentu. 2. Penjagaan yang tidak cukup terhadap barang-barang yang berbahaya 3. Model atau konstruksi yang tidak aman, disini termasuk mesinmesin, perlengkapan perlengkapan, bangunan-bangunan perusahaan atau fasilitas-fasilitas yang mempunyai struktur yang tidak aman karena adanya suatu kesalahan lahan dalam rancangan atau kstruksi semula 4. aturan yang berbahaya lazimnya dikenal sebagai “pemeliharaan buruk” dalam jenis keadaan tidak aman, termasuk tempat-tempat kerja dan lapangan-lapangan kerja yang tidak teratur, pemasangan mesin-mesin dan fasilitas-fasilitas produksi lainnya yang tidak tepat. 5. Penerangan yang tidak tepat, penerangan yang tidak cukup, terlalu banyak penerangan, cahaya yang berwarna salah (cahaya yang silau atau cara mengatur system penerangan yang menimbulkan adanya tempat-tempat remang atau terlalu banyak berbedaan) 6. Penganginan yang tidak aman, kumpulan uap, debu, gas-gas atau asap, system penganginan yang kapasitasnya tidak sesuai, tempatnya tidak tepat atau mengaturnya tidak cocok atau dipergunakannya udara kotor untuk pertukaran hawa, keadaan panas dan kelembaban yang tidak biasa 7. Pakaian yang tidak aman, disini termasuk sepatu-sepatu tua, pakaian yang robek/penuh minyak, kacamata pengaman, ikat pinggang pengaman dan alat-alata pengaman perorangan lainnya yang tidak tersedia.

6.3.1.1. Cara bekerja dengan aman dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal berikut ini : 1. Lingkungan kerja a. Mengusahakan lingkungan agar memenuhi syarat-syarat lingkungan kerja yang baik (ventilasi, penerangan, cahaya, sanitasi dan suhu udara). b. Meningkatkan pemeliharaan rumah tangga (penimbunan, pengaturan mesin, bejana-bejana dan lain-lain) c. Memelihara keadaan gedung sehingga keselamatan kerja terjamin( memiliki alat pemadam kebakaran, pintu keluar darurat, lubang ventilasi dan laintai yang baik) d. Merencanakan lingkungan kerja dengan bak(pengaturan operasi, pengaturan tempat untuk mesin, e. Proses yang selamat, peralatan kerja yang cukup, pedoman-pedoman pelaksanaan kerja, aturan-aturan kerja). 2. Mengadakan perawatan terhadap msin-mesin dan alat-alat kerja Kurangnya perawatan terhadap mesin-mesin dan alat-alat kerja sering mengakibatkan bencana besar yang mengancam keamanan dan keselamatan kerja (contoh: Peledakan mesinmesin disel). 3. Manusia, yitu dengan meningkatkan kecakapan dan kedisiplinan pekerja, meningkatkan tanggung jawab terhadap pekerjaan, memperbaiki cara kerja melalui pelatihan/pendidikan, mengadakan pemeriksaan keseehatan dan menyelarakan keadaan fisik atau kemampuan seseorang dengan bidan kerja atau alat yang digunakan 4. Menggunakan alat pelindung

6.3.1.1.1. Pencegahan Kecelakaan Untuk dapat bekerja dengan selamat/aman, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. perlu adanya pelatihan dalam menggunakan berbagai peralatan kerja dan cara menggunakannya 2. menggunakan pealatan dan perlengkapan dengan benar 3. mengunakan peralatan pelindung diri 4. dalam bekerja harus selalu memperhatikan apa yang dikerjakan 5. bersikap tenang dan tidak terburu-buru dalam melakukan pekerjaan 6. menghindari sikap ceroboh 7. gunakan pakaian sesuai dengan jenis pekerjaan