1. Tujuan HAM
1.1. 1. Memberikan rasa keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan bagi masyarakat.
1.2. 2. Agar perlindungan dan pemajuan HAM dapat terlaksana secara efektif maka prinsip-prinsip perlindungan HAM secara universal haruslah diatur secara formal dalam ketentuan-ketentuan hukum yang berlaku.
1.3. 3. Hukum hak asasi manusia yang dibuat khusus untuk masa damai, berlaku bagi setiap orang.
2. Landasan Penegakan HAM
2.1. Landasan Hukum Nasional
2.1.1. Pancasila
2.1.2. Pembukaan UUD 1945 alinea 1-4
2.1.3. Pasal 27-34 UUD 1945
2.1.4. Ketetapan MPR-RI Nomor XVII/MPR/1998 (tentang HAM)
2.1.5. UU No. 30 tahun 1999 (tentang pelaksanaan HAM)
2.1.6. UU No. 26 tahun 2000 (tentang pengadilan HAM)
2.2. Landasan Hukum Internasional
2.2.1. PBB (Universal Declaration of Human Rights)
2.2.2. Statuta Roma 1998 (International Criminal Court)
3. Pengertian HAM
3.1. Hak-hak dasar yang melekat pada diri manusia, tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia.
4. Fungsi HAM
4.1. Menjamin atau melindungi hak-hak kelangsungan hidup, kebebasan dan kemandirian yang tidak dapat disangkal oleh siapa pun.
5. Penanganan Kasus Pelanggaran HAM
5.1. Landasan Hukum
5.1.1. UU No. 30 tahun 1999 (tentang pelaksanaan HAM)
5.1.2. UU No. 26 tahun 2000 (tentang pengadilan HAM)
5.2. Instrumental
5.2.1. Peradilan AdHoc HAM (peradilan sementara HAM) dibentuk sebelum UU No. 26 tahun 2000
5.2.2. Pengadilan HAM (dalam pemeriksaan oleh 5 majelis hakim, yaitu 2 hakim HAM dan 3 hakim AdHoc
5.2.3. KPP HAM (Komisi Penyidik Pelanggaran HAM)
5.2.4. KOMNAS HAM (Komisi Nasional HAM)
6. Jenis Pelanggaran HAM
6.1. Menurut Statuta Roma 1998 (International Criminal Court)
6.1.1. 1. Kejahatan genosida
6.1.2. 2. Kejahatan kemanusiaan
6.1.3. 3. Kejahatan perang
6.1.4. 4. Kejahatan agresi
6.2. UU No. 26 tahun 2000 (tentang pengadilan HAM)
6.2.1. 1. Kejahatan genosida
6.2.2. 2. Kejahatan kemanusiaan