Askep TB Tulang

Laten we beginnen. Het is Gratis
of registreren met je e-mailadres
Askep TB Tulang Door Mind Map: Askep TB Tulang

1. MANIFESTASI KLINIS Secara klinik gejala tuberculosis tulang belakang hampir sama dengan gejala tuberculosis pada umumnya, yaitu badan lemah/lesu, nafsu makan berkurang, berat badan menurun, suhu sedikit meningkat (subfebril) terutama pada malam hari serta sakit pada punggung. Pada anak-anak sering disertai dengan menangis pada malam hari (Rasjad, 1998).

2. PATOFISIOLOGIS Penyebarannya secara hematogen, di duga terjadi penyakit tersebut sering karena penyebaran hematogen dari infeksi traktus urinarius melalui leksus Batson. Infeksi TBC vertebra di tandai dengan proses destruksi tulang progresif tetapi lambat di bagian depan (anterior vertebral body). Penyebab dari jaringan yang mengalami pengejuan akan menghalangi proses pembentukan tulang sehingga berbenyuk “ tuberculos squestra”. Sedang jaringan granulasi TBC akan penetrasi ke korteks dan terbentuk abses para vertebral yang dapat menjalar ke atas/bawah lewat ligamentum longitudinal anterior dan posterior.

3. PENGKAJIAN

3.1. Identitas Pasien

3.2. Keluhan Utama

3.3. Riwayat Kesehatan

3.4. Pemeriksaan Fisik

4. PENGERTIAN Spondilitis TB adalah infeksi yang sifatnya kronis berupa infeksi granulomatosis disebabkan oleh kuman spesifik yaitu mycobacterium tuberculosa yang mengenai tulang vertebra (Abdurrahman, et 1994; 144).

5. ETIOLOGI Disebabkan oleh mikobacterium tuberculosis tipik (2/3 dari tipe human dan 1/3 dari tipe bovin) dan 5-10% oleh mikobacterium tuberkulosa atipik. Kuman ini berbentuk batang, mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam pada pewarnaan.

6. DIAGNOSA

6.1. 1. Nyeri b.d kompresi radiks saraf servikal, spasme otot servikal

6.1.1. INTERVENSI

6.1.1.1. 1. Kaji lokasi, intensitas dan tupe nyeri sebagai observasi penyebaran nyeri 2. Jelaskan dan bantu klien dengan tindakan pereda nyeri nonfarmakologis dan noninvasive 3. Istirahatkan leher, atur posisi fisiologis dan pasang ban leher 4. Lakukan massage pada leher 5. Ajarkan teknik relaksasi nafas dalam ketika nyeri muncul 6. Ajarkan teknik distraksi pada saat nyeri 7. Berikan analgesic sesuai terapi dokter dan kaji keefektivitasannya

6.2. 2. Gangguan mobilitas fisik b.d kerusakan musculoskeletal dan nyeri

6.2.1. INTERVENSI

6.2.1.1. 1. Kaji kemampuan mobilisasi dan observasi terhadap peningkatan kerusakan 2. Bantu klien melakukan ROM dan perawatan diri sesuai toleransi 3. Pantau keluhan nyeri dan adanya tanda-tanda deficit neurologis 4. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian OAT

6.3. 3. Gangguan citra tubuh b.d struktur tubuh

6.3.1. INTERVENSI

6.3.1.1. 1. Berikan kesempatan pada klien mengungkapkan perasaannya 2. Bersama-sama klien mencari alternative koping yang positif 3. Kembangkan komunikasi dan bina hubungan antara klien keluarga dan teman serta berikan aktifitas rekreasi dan permainan guna mengatasi perubahan body image