Filsafat Penelitian

Laten we beginnen. Het is Gratis
of registreren met je e-mailadres
Filsafat Penelitian Door Mind Map: Filsafat Penelitian

1. Constructivism: Kebenaran bukan merupakan ide tetapi dikontsruk dalam pikiran manusia yang dihasilkan dari interaksi dengan lingungan fisik dan social dan dipertajam dengan kultur dan idiosyncratic, Kebenaran tidak dapat dikatakan benar atau salah karena konstruksinya berkembang oleh pendidikan, kematangan, dan pengalaman dsb. Metode yang digunakan untuk memahami fenomena adalah hermeneutics(interpretasi dalam proses thd bahasa, pikiran, perilaku, artifak, dsb) dan dialectics(interaksi antara peneliti dan partisipan).

2. Post Positivism: Paham ini muncul pada abad 19 yang mulai dikembangkan oleh August Comte. menurut Comte ilmu pengetahuan harus nyata dan bermanfaat dan diarahkan untuk mencapai kemajuan. Dalam usaha untuk memecahkan suatu masalah, kelompok positivisme berusaha untuk mengetahui (melalui penelitian) penyebab terjadinya masalah tersebut untuk selanjutnya diupayakan penyelesaiannya. Proses penelitian dilakukan melalui 2 tahap, pertama melalui cara-cara yang dilakukan oleh kelompok rasionalisme Descartes, yaitu dengan membuat dugaan (hipotesis) tentang penyebab terjadinya masalah tersebut berdasarkan teori-teori dan hasil-hasil penelitian lain yang telah dikaji kebenarannya secara rasional. Penaralan yang digunakan adalah penalaran deduktif.

3. Paradigma Penelitian dan perkembangannya

4. Ruang Lingkup Filsafat

5. Pengantar

6. Critical theory: Critical theory menegaskan bahwa konstruksi social dipertajam oleh social, kultur, politik, sejarah, kekuatan ekonomi terutama kekuatan yang diciptakan oleh manusia. Maka kebenaran adalah sesuatu yang menjadi dewasa dalam konteks social, artinya kebenaran is in the making. Maka dari itu, tidak ada satu critical theory, mesti ada variansnnya. Bentuk interkasi antara peneliti dan partisipan penting dalam kegiatan penelitian. Investigasi melibatkan dialog antara peneliti dan yang lainnya. Tujuan critical theory adalah untuk membuat partisipan melihat struktur mereka sendiri (socially constructed beliefs).

7. Dalam hal ini pelajaran filsafat penelitian pertama kali ditujukan untuk mahasiswa di perguruan tinggi. dalam hal ini bertujuan agar mahasiswa dapat berpikir rasional, krtitis, terbuka, rendah hati, skeptis yang positif, dan tidak fanatik. fokus pada penelitian tidak hanya untuk mengungkapkan fakta tetapi untuk memiliki arah tujuan besar yang hendak dicapai.

8. Dalam hal ini filsafat berfokus pada universal dimna ditujukan kepada diri setiap orang atau manusia yang ingin mencari kebenaran, dan untuk menutupi perasaan yang lemah menuju skeptisnya yang positif dan mendorong ke arah kemajuan. mengenai hal ini filsafat penelitian merupakan ilmu bagi semua orang terhadap pengetahuan dan dasar-dasar dari suatu ilmu untuk mencapai suatu kebenaran.

9. 1. Paham Rasionalisme Paham ini mulai dirintis oleh Plato pada zaman Yunani kuno kira-kira abad 3-4 SM kemudian dikembangkan pada abad 16 oleh Descartes. Penalaran yang digunakan dalam paham rasionalisme adalah untuk mengambil kesimpulan deduksi. Dalam berfikir deduktif telah dikembangkan cara penarikan kesimpulan yang benar, yang disebut silogisme yang dikembangkan oleh Aristoteles; seorang filsuf yunani. Silogisme adalah deduksi yang diperkuat dengan menggunakan lebih dari satu pangkal pendapat

10. 2. Paham Empirisme Paham ini sangat mementingkan peranan panca indera dalam mencari pengetahuan. Menurut John Locke “pengetahuan adalah catatan-catatan yang merupakan hasil pengalaman inderawi dan sesuatu yang tidak diperoleh melalui pengalaman bukan merupakan pengetahuan. Sumber pengetahuan adalah sesuatu yang ada dan dicarap oleh indera kita. Jika rasionalisme banyak berkaitan dengan penaralaran deduktif, maka paham empirisme berhubungan dengan penaralan induktif. Sebaliknya dengan deduktif yang membuat kesimpulan (sesuatu bersifat khusus) dari data sesuatu yang bersifat umum, maka penalaran induktif berpangkal dari fakta empirik yang bersifat khusus untuk menyusun suatu penjelasan umum. Penalaran induktif juga memiliki kelemahan yaitu masuknya pengaruh dari unsur-unsur subyektif.

11. Jenis penelitian merupakan kajian yang sangat luas dan bermacam-macam. Membahas jenis-jenis penelitian seperti membahas mengenai mahluk hidup yang ada di laut. Jenis penelitian merupakan usaha kita untuk memilah suatu jenis penelitian berdasarkan jenis yang dimilikinya, dapat berua penggunaannya, waktunya, tujuan penelitiannya, dan lain 30 sebagainya. Jenis bukanlah suatu penggolongan yang dikotomi dan tunggal, akan tetapi satu penelitian dapat memiliki nama yang berbeda ketika mengkategorikan suatu penelitian pada jenisnya.

12. Dimensi Jenis-jenis penelitian secara umum: Penggunaan penelitian Dasar dan terapan; Tujuan penelitian Ekploratori, deskriptif dan ekplanatori; Penggunaan waktu Cross-section, longitudinal (time series, panel dan cohort), studi kasus; Teknik pengumpulan data Untuk data kuantitatif Eksperimen, survey, analisis isi (Content analysis), penggunaan kajian statistik; Untuk data kualitatif Data lapangan, penelitian perbandingan sejarah Adanya perlakuan Eksperimen noneksperimen

13. Paradigma Penelitian Kuantitatif: 1). Kegiatan, 2) Menghitung kejadian dalam populasi yang besar, 3) Melakukan pengulangan dan statistik untuk mensahkan generalisasi dari sampel dan eksperimen, 4) Berusaha untuk mengurangi kontaminasi variabel-variabel sosial dengan menyekat, 5) Menganut kebenaran emic

14. Jenis-jenis Penelitian

15. Paradigma Penelitian Kualitatif: 1) Melihat secara mendalam atas kualitas kehidupan sosial, 2) Lokasi penelitian merupakan setting yang khusus dan semua variabel sosialnya memiliki kemungkinan untuk dieksplorasi dan dalam batas-batas yang terkontrol, 3) Kebenaran bercampur dengan latar dan konteks penelitian, 4) Menganut kebenaran etic

16. Tujuan Penelitian Pendekatan Kuantitatif: 1) Mengukur fakta-fakta yang objektif, 2) Fokus kepada variable, 3) Kuncinya adalah keandalan (reliabilitas), 4) Bebas nilai, 5) Terlepas dari konteks, 6) Banyak kasus dan melibatkan banyak subjek, 7) Analsis menggunakan statistic inferensial, 8) Peneliti terpisah dengan konteks

17. Tujuan Penelitian Pendekatan Kualitatif: 1) Mengkonstruksi realitas sosial, makna budaya; 2) Fokus kepada proses interaktif dan kejadian-kejadian; 3) Kuncinya adalah otentisitas (autenticity); 4) Nilai sesuatu yang tampak dan eksplisit; 5) Hambatan-hambatan yang bersifat situasional; 6) Sedikit kasus dan melibatkan sedikit subyek; 7) Analisis menggunakan tematik; 8) Peneliti terlibat dalam konteks