HASIL TEMUAN & PENGAMATAN TAHAP PERKENALAN DI GKI BINTARO UTAMA BULAN MEI-JULI 2018 Yohannes ABS

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
HASIL TEMUAN & PENGAMATAN TAHAP PERKENALAN DI GKI BINTARO UTAMA BULAN MEI-JULI 2018 Yohannes ABS by Mind Map: HASIL TEMUAN & PENGAMATAN TAHAP PERKENALAN DI GKI BINTARO UTAMA BULAN MEI-JULI 2018 Yohannes ABS

1. Karakteristik Jemaat

1.1. Pola keterlibatan jemaat

1.1.1. Liburan dan lebaran mempengaruhi keterlibatan umat

1.1.2. Jumlah kehadiran menjadi fluktuatif

1.2. Tingkat pendidikan jemaat

1.2.1. Mengenyam pendidikan

1.2.2. Rata-rata jenjang D1-S3

1.3. Efektivitas rasio aktivis dengan umat

1.3.1. Masih berimbang

1.3.2. Fenomena lebaran & liburan cukup mempengaruhi jadwal petugas/penatalayan

1.4. Tingkat konflik

1.4.1. konflik bersifat laten

1.4.2. ada pseudo community (di depan baik, di belakang jadi pembicaraan)

1.4.3. konflik dalam ranah privat

1.5. Kelompok usia yang perlu perhatian khusus

1.5.1. Pemuda

1.5.2. Kelimpahan mahasiswa/i STAN

1.6. Komitmen dalam kehidupan sebagai GKI

1.6.1. Aktif terlibat dalam lingkup-lingkup yang lebih luas

1.6.2. Setia menggunakan bahan-bahan ajar, khotbah, buku-buku dari lingkup GKI

1.6.3. Bekerja sama dengan jemaat GKI (Tangsel)

1.6.4. Menjadwalkan PF dari lingkup GKI atau gereja yang seazas

1.7. Pola relasi dengan umat beragama lain

1.7.1. Ada yang masih sentimen dengan umat beragama lain, seperti Muslim dan Katholik

1.7.2. Ikut merayakan lebaran sebagai tradisi silaturahmi keluarga

1.7.3. GKI Bintaro Utama ikut merayakan lebaran dengan memberikan THR

1.8. Keterlibatan dalam pelayanan masyarakat

1.8.1. Pelayanan karitatif

1.8.1.1. Baksos

1.8.1.2. Kerja sama RT/RW

1.8.2. Merencanakan pendirian Yayasan untuk optimalisasi pelayanan masyarakat

2. Kegiatan Jemaat

2.1. Jenis kegiatan di jemaat

2.1.1. organisasional

2.1.2. peribadahan

2.1.3. pengembangan diri

2.1.4. pembinaan dan pengajaran

2.1.5. pastoral

2.1.6. pelayanan masyarakat

2.2. Jumlah kegiatan per minggu

2.2.1. kurang lebih 30-35 kegiatan

2.3. Efektivitas jumlah kegiatan

2.3.1. masih efektif: tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit

2.3.2. ketepatan menata waktu dan tempat pelaksanaan yang tidak tumpang tindih

2.4. Kemungkinan efisiensi kegiatan

2.4.1. perlu optimalisasi kegiatan

2.4.2. Dua opsi penambahan jam ibadah

2.4.2.1. Menggeser waktu Ibadah pertama (07.00) dan ibadah kedua (09.30)

2.4.2.2. pengelompokan 2 sesi, ibadah pagi (07.00 & 09.30) dan ibadah sore (16.30 & 19.00)

2.4.3. pengeluaran konsumsi

2.5. Hubungan kegiatan dengan visi-misi

2.5.1. Secara umum sudah kait-mengkait dengan visi-misi GKI Bintama

2.5.2. Ada komisi yang salah memahami makna/jiwa dari butir misi

2.6. Kualitas persiapan kegiatan

2.6.1. Kesadaran persiapan tinggi

2.6.2. Kualitas persiapannya dinamis

2.6.3. Rutin melakukan evaluasi untuk pelayanan yang lebih baik

3. Pola Kepemimpinan

3.1. Letak/pusat Kepemimpinan

3.1.1. MJ sebagai pusat kepemimpinan gereja

3.1.2. MJ tidak bersifat otoritarian melainkan sharing leardership

3.1.3. Para penatua tersebar ke berbagai bidang, komisi, & wilayah

3.1.4. Kesadaran pentingnya penatua sebagai pihak yang bertanggungjawab atas kegiatan gerejawi meningkat

3.2. Kualitas relasi MJ dan Badan Pelayanan

3.2.1. Memiliki hubungan yang baik

3.2.2. Komunikasi dan koordinasi terjalin baik

3.2.3. Gap antara MJ dan Bapel relatif tidak ada

3.3. MJ memberi arahan penyusunan program

3.3.1. Belum ada kegiatan/wadah khusus untuk pengarahan program yang mengacu pada visi-misi dan tema tahunan

3.3.2. Ada bidang kemajelisan/penatua yang mengarahkan Bapel untuk merancang program menurut kekuatannya (Tidak terlalu banyak, tetapi berjalan semua)

3.3.3. MJ sangat serius memetakan program sesuai/berdasarkan skala prioritas

3.4. Konsistensi/improvisasi aturan main

3.4.1. MJ dan Bapel konsisten dengan aturan main

3.4.2. PMJ dan BPMJ rutin dilakukan setiap dua bulan sekali dalam setahun

3.4.3. Bidang MJ dan Bapel rutin melakukan LPJ

3.4.4. Pengawalan dari MJ dengan memberikan surat edaran pemberitahauan kepada setiap bidang dan Bapel terkait aturan keuangan yang berlaku

3.5. Melibatkan umat dalam Pembangunan Jemaat

3.5.1. pemberdayaan-pemberdayaan

3.5.1.1. pembinaan anggota jemaat, simpatisan, dan komisi

3.5.1.2. peribadahan

3.5.1.3. pembangunan fisik gereja

3.5.1.4. pelibatan wilayah-wilayah

4. Harapan Jemaat kepada Pendeta

4.1. Merawat Jemaat

4.1.1. Peningkatan perkunjungan

4.1.2. peningkatan konseling pastoral

4.2. Mengembangkan jemaat

4.2.1. pengadaan diskusi-diskusi iman

4.2.2. pengembangan kategorial

4.2.3. pengembangan kemahasiswaan STAN