PENCEMARAN LIMBAH AIR

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
PENCEMARAN LIMBAH AIR by Mind Map: PENCEMARAN LIMBAH AIR

1. INDUSTRI POWER PLANT

1.1. PENGERTIAN Pencemaran Air oleh Industri Pembangkit Menurunnya kualitas air yang disebabkan oleh zat, mahluk hidup atau yang lainnya. Sehingga menyebabkan kualitas dari pada air mengalami penurunan atau dapat dikatakan rendah akibat dari aktivitas industri pembangkit listrik

1.1.1. PENYEBAB Pencemaran Air oleh Industri Pembangkit : 1. Sisa air panas yang bersumber dari proses pembuatan uap dari Boiler 2. Limbah sisa yang berasal dari batu bara

1.2. DAMPAK Pencemaran Air yang Ditimbulkan dari Pembangkit : 1. Air panas sisa yang dibuang tanpa diolah terlebih dahulu dapat menaikkan suhu dari suhu ambien sebesar 7 derajat Celcius. Naiknya suhu perairan tersebut menyebabkan kematian biota laut di perairan tersebut akibat kekurangan oksigen dan juga menyebabkan penurunan jumlah dan jenis plankton. 2. Kandungan logam berat air lindi tempat penyimpanan batu bara dan penimbunan abu batubara dapat mencemari ekosistem perairan dan air tidak dapat dikonsumsi mahluk hidup

1.2.1. KERUGIAN yang Timbul Akibat Pencemaran Air oleh Industri Pembangkit 1. Kerusakan ekosistem sungai dan laut 2. penuruan jumlah tangkapan bagi nelayan disekitar PLTU 3.Akibat limbah sisa batu bara yang tercemar ke sistem pengairan menyebabkan air mengandung zat beracun sehingga berbahaya apabila masuk ketubuh manusia

1.2.1.1. VIDEO DAMPAK DARI PLTU https://youtu.be/LI5M5KkFW5g

1.3. PENCEGAHAN yang Dilakukan : 1. Sebelum dibuang ke lingkungan, air panas hasil pemanasan PLTU didinginkan di kondensor sampai suhunya stabil sehingga tidak membahayakan ekosistem saat dibuang 2. Pengolahan limbah fly ash dan button ash dari bat bara menjadi substitusi bahan baku, substitusi sumber energi, ataupun bahan baku sesuai dengan perkembangan IPTEK.

1.3.1. VIDEO SALAH SATU UPAYA MENGURANGI PENCEMARAN AIR AKIBAT PLTU https://youtu.be/DF_fIr981rE

2. INDUSTRI DETERGENT

2.1. Perkembangan Industri Detergent Detergen pertama yang dihasilkan yaitu natrium lauril sulfat (NSL) yang berasal dari lemak trilausil yang kemudian direduksi dengan hidrogen dibantu dengan katalis. Setelah itu, direaksikan dengan asam sulfat lalu dinetralisasi. Karena proses produksinya yang mahal, maka penggunaan NSL ini tidak dilanjutkan.

2.2. Upaya Mengatasi Jumlah Limbah Detergent

2.2.1. 1. Membatasi jumlah limbah

2.2.1.1. Untuk memulai, situs Onegreenplanet.org menganjurkan tidak lagi menggunakan lebih banyak detergen dari yang kita butuhkan atau melebihi anjuran pemakaian.

2.2.1.2. Karena nyatanya, pakaian tidak lebih bersih dengan tambahan detergen. Dan pakaian yang tidak terlalu kotor bahkan bisa bersih hanya dengan dikucek pakai tangan atau mesin, tanpa pakai detergen.

2.2.2. 2. Menanam tumbuhan penyerap limbah

2.2.2.1. Yakni jaringan, Pontederia cordata (bunga ungu), lidi air, futoy ruas, thypa angustifolia (bunga coklat), melati air, dan lili air.

2.2.3. 3. Tidak membuang Sampah Sembarangan

2.2.4. 4. Lebih Hemat dan Efesien

2.2.4.1. EPA, badan perlindungan lingkungan di AS menganjurkan agar Anda meningkatkan efisiensi pemakaian air dengan mandi sebentar.

2.3. Bahan-Bahan dala Detergent yang membahayakan

2.3.1. 1. Senyawa Sodium Lauryl Sulfate (SLS)

2.3.1.1. menyebabkan iritasi pada kulit, memperlambat proses penyembuhan dan penyebab katarak pada mata orang dewasa.

2.3.2. 2. Senyawa nitrosamin

2.3.2.1. bersifat karsinogenik, dapat menyebabkan kanker

2.3.3. 3. Phosphate tidak memiliki daya racun

2.3.3.1. Tetapi dalam jumlah yang terlalu banyak, phosphate dapat menyebabkan pengkayaan unsur hara (eutrofikasi) yang berlebihan di badan air, sehingga badan air kekurangan oksigen akibat dari pertumbuhan algae (phytoplankton) yang berlebihan yang merupakan makanan bakteri.

2.4. Penanggulangan Limbah Detergent

2.4.1. Limbah asam dari reactor dicuci dan dinetralisasi dengan air kapur membentuk kalsium sulfat yang tidak larut. Gas sulfonat yang dihasilkan dialirkan ke dalam siklon untuk memisahkan kabut asam dari gas-gas. Asam hasil pemisahan di masukkan kembali ke aliran produknya dan bila gas itu masih mengandung SO3 akan dilewatkan kembali ke zona reaksi.

2.4.2. Gas dari pengendapan akan dimasukkan ke dalam suatu penggosok arus, yang akan bercampur dengan suatu larutan soda kaustik di dalam air. Proses ini digunakan untuk mengusir semua residu SO2 dan SO3, sehingga dihasilkan udara bersih.

2.5. Video Dampak Limbah Detergent dalam Perairan https://youtu.be/7-Pa0o3Uzp4

3. RUMAH TANGGA

3.1. Limbah cair rumah tangga atau domestik adalah air buangan yang berasal dari penggunaan untuk kebersihan yaitu gabungan limbah dapur, kamar mandi, toilet, cucian, dan sebagainya

3.2. limbah rumah tangga cair bahan organik

3.2.1. sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemek, air buangan manusia) yang terbawa air got/parit, kemudian ikut aliran sungai.

3.3. limbah rumah tangga anorganik

3.3.1. plastik, alumunium, dan botol , sisa detergen.

3.4. Dampak pencemaran air yang disebabkan oleh limbah pemukiman

3.4.1. • Berkurangnya jumlah oksigen terlarut di dalam air karena sebagian besar oksigen digunakan oleh bakteri untuk melakukan proses pembusukan sampah. • Deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga akan tetap aktif untuk jangka waktu yang lama di dalam air, mencemari air dan meracuni berbagai organisme air. Deterjen sangat sukar diuraikan oleh bakteri sehingga tetap aktif di dalam air, mencemari air dan meracuni berbagai organisme air. • Penggunaan deterjen secara besar, juga meningkatkan senyawa fosfat dan merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok (Eichhornia crassipes). • Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan permukaan air danau atau sungai • Tumbuhan air (eceng gondok dan ganggang) yang mati membawa akibat proses pembusukan tumbuhan ini akan menghabiskan persediaan oksigen. • Material pembusukan tumbuhan air akan mengendapkan dan menyebabkan pendangkalan.

3.5. https://youtu.be/Dciykgjmksk

3.6. https://youtu.be/2PPfF1CNJnw

3.7. Berikut ini berbagai jenis penyakit yang dapat ditimbulkan oleh pencemaran air.

3.7.1. Penyakit menular Penyakit menular akibat pencemaran air dapat terjadi karena berbagai macam sebab, antara lain karena: · Air yang tercemar dapat menjadi media bagi perkembangbiakan danpersebaran mikroorganisme, termasuk mikroba patogen. · Air yang telah tercemar tidak dapat lagi digunakan sebagai pembersih.

3.7.1.1. Secara umum, gangguan yang terjadi akibat pencemaran air dapat dikelompokkan menjadi empat sebagai berikut: I. Water diseases Merupakan penyakit yang ditularkan langsung melalui air minum, seperti kolera, tifus, dan disentri. II. Water washed diseases Merupakan penyakit yang berkaitan dengan kekurangan air hygiene perorangan, seperti scabies, infeksi kulit dan selaput lender, trachoma dan lepra. III. Water based diseases Merupakan penyakit yang disebabkan oleh bibit penyakit yang sebagian siklus kehidupannya berhubungan dengan schistosomiasis. IV. Water related vectors Adalah penyakit yang ditularkan oleh vector penyakit yang sebagian atau seluruhnya perindukkannya berada di air, seperti malaria, demam berdarah dengue, dan filariasis.

4. KILANG MINYAK

4.1. Pengertian Pencemaran Limbah Air pada Kilang Minyak

4.1.1. Limbah Lumpur Minyak Bumi (LMB) merupakan limbah akhir dari serangkaian proses dalam industri pengilangan minyak bumi (Scora et al., 1997)

4.1.2. Limbah Lumpur Minyak (Oil Sludge) Kotoran minyak yang terbentuk dari proses pengumpulan dan pengendapan kontaminan minyak yang tidak dapt digunakan atau diproses kembali

4.2. Sumber Limbah Minyak Bumi Berdasarkan Buku Pertamina (1986)

4.2.1. Air pendingin di kilang minyak Dimana bila terjadi kebocoran pada pipa pendingin, bocoran minyak akan terbawa air

4.2.2. Air sisa boiler untuk pembangkit uap air

4.2.3. Air bekas mencuci peralatan peralatan dan tumpahan tumpahan atau ceceran minyak ditempat kerja

4.2.4. Air Hujan

4.3. Dampak dari Limbah Kilang Minyak

4.3.1. Dalam Jangka Pendek

4.3.1.1. Molekul-molekul hidrokarbon minyak bumi dapat merusak membran sel ikan-ikan yang hidup dilingkungan tercemar dalam minyak