KENAKALAN REMAJA

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
KENAKALAN REMAJA by Mind Map: KENAKALAN REMAJA

1. APA YANG DIRISET?

1.1. Faktor penyebab remaja melakukan kenakalan remaja, bentuk kenakalan remaja yang biasa terjadi di lingkungan masyarakat, dampak kenakalan remaja

2. Terdapat kesenjangan antara teori dengan realitas di lapangan, yaitu teori tentang kenakalan remaja yang mengajarkan kita untuk waspada dan tidak terjerumus ke dalam kenakalan remaja, tetapi pada realitas di lapangan, masih banyak remaja yang melakukan kenakalan remaja dan menghiraukan ajaran tersebut.

3. DEFINISI KENAKALAN REMAJA

3.1. Kenakalan remaja (juvenile delinquency) adalah suatu perbuatan yang melanggar norma, aturan, atau hukum dalam masyarakat yang dilakukan pada usia remaja atau transisi masa anak-anak ke dewasa.

4. MENGAPA KENAKALAN REMAJA MUNCUL?

4.1. Kenakalan remaja rata-rata muncul karena dorongan pribadi seseorang dan mendapat ajakan dari temannya supaya terlihat menjadi orang yang keren dan berani, tetapi tidak memikirkan dampaknya terlebih dahulu.

5. FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA KENAKALAN REMAJA

5.1. Kurangnya disiplin dan rendahnya kualitas hubungan yang diterapkan orangtua pada anak.

5.2. Anak tinggal jauh dari orangtua sehingga tidak ada pengawasan orangtua.

5.3. Tingginya konflik dan perilaku agresif yang terjadi dalam lingkungan keluarga.

5.4. Kekerasan dalam lingkungan keluarga.

5.5. Pengaruh lingkungan sekitar.

6. MENGAPA KENAKALAN REMAJA MENARIK DAN PENTING UNTUK DIRISET?

6.1. Supaya dengan adanya riset ini, bisa dijadikan refleksi untuk para orangtua maupun remaja yang tidak atau sudah terlibat dalam kenakalan remaja agar bisa waspada dan peka terhadap gejala-gejala kenakalan remaja.

7. APAKAH ADA KESENJANGAN ANTARA TEORI DENGAN REALITAS DI LAPANGAN?

8. DAMPAK KENAKALAN REMAJA

8.1. Kriminalitas.

8.2. Pergaulan bebas.

8.3. Merusak fasilitas umum.

8.4. Mengganggu ketertiban masyarakat.

8.5. Dijauhi orang-orang di sekitarnya.

9. BAGAIMANA CARA MERISET?

9.1. Dengan menggunakan observasi, mencari data-data, dan menggunakan metode kualitatif.