Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Profit Method by Mind Map: Profit Method

1. Konsep Profit Methode

1.1. Nilai dengan mempertimbangkan potensi perdagangan di masa depan

1.2. memperkirakan profitabilitas bisnis

1.3. memisahkan sebagian dari keuntungan yang tersedia sebagai sewa

1.4. sewa dapat dikonversi menjadi nilai modal

2. Kapan menggunakan profit method

2.1. menilai properti yang biasanya dijual sebagai bagian dari bisnis (properti yang dilengkapi entitas operasional) sehingga sulit untuk mendapatkan bukti harga properti dan sewa

3. Langkah-langkah

3.1. membuat asumsi umum

3.1.1. bisnis menghasilkan keuntungan

3.1.2. sewa adalah surplus

3.1.3. perdagangan merupakan HBU

3.1.4. bisnis dijalankan secara efisien

3.1.5. banyaknya tim pemilik, misal 2 orang untuk bangunan berlisensi

3.2. mengumpulkan informasi makro, industri dan properti yang dinilai

3.2.1. properti

3.2.1.1. semua pabrik dan mesin

3.2.1.2. peralatan dan perlengkapan

3.2.1.3. goodwill

3.2.1.4. hak milik

3.2.1.5. pengembangan

3.2.2. pemeriksaan u/ mengidentifikasi

3.2.2.1. sumber dan jumlah pendapatan/pengeluaran

3.2.2.2. barang dan ketentuan yang tidak biasa

3.2.2.3. efisiensi dan tata letak

3.2.2.4. vacancy rate

3.2.2.5. perbaikan

3.2.3. bisnis

3.2.3.1. latar belakang dan sejarah

3.2.3.2. perizinan

3.2.3.3. jam buka

3.2.3.4. profil pelanggan

3.2.3.5. asosiasi dengan industrinya

3.2.4. kompetitor

3.2.4.1. lokal, regional, nasional?

3.2.4.2. tingkat persaingan

3.2.4.3. manfaat kehadiran operator lain

3.2.4.4. berpengaruh pada profitabilittas

3.3. mengumpulkan informasi keuangan

3.3.1. laporan tahunan perusahaan, minimal 3 tahun terakhir

3.3.2. sumber data keuangan lainnya

3.4. melakukan analisis informasi

3.4.1. pendapatan

3.4.1.1. laba kotor = nilai penjualan - biaya penjualan

3.4.1.2. hasil kotor = laba kotor/nilai penjualan x 100%

3.4.1.3. laba bersih = laba kotor - semua pengeluaran bisnis

3.4.1.4. pengembalian bersih = laba bersih dalam persentase

3.4.1.5. tarif dalam penjualan disesuaikan dengan industrinya

3.4.2. pengeluaran

3.4.2.1. upah

3.4.2.1.1. dinyatakan dalam persentase terhadap laba bersih

3.4.2.2. perbaikan, asuransi, tarif,biaya operasional, pemasaran, percetakan, modal pribadi yang dimasukan ke dalam modal bisnis dll

3.4.2.3. tidak termasuk pengeluaran adalah sewa dan pembayaran bunga pinjaman hipotek

3.5. medapatkan laba bersih yang disesuaikan

3.5.1. laporan keuangan adalah gambaran, laba bersih adalah tren

3.5.2. laba bersih + prive + biaya keuangan adalah laba bersih yang disesuaikan

3.5.3. identifikasi keuntungan wajar

3.5.4. yang bersifat milik individual (pemilik) harus dikecualikan

3.6. menentukan nilai modal properti

3.6.1. tidak termasuk nilai goodwill dan persediaan yang cepat habis

3.6.2. dua metode

3.6.2.1. penghasilan yang dikapitalisasi

3.6.2.1.1. EBITDA langsung dikapitalisasi

3.6.2.2. kapitalisasi ganda

3.6.2.2.1. EBITDA dipisahkan menjadi sewa dan keuntungan bisnis (dalam persentase) baru dikapitalisasi

4. Tata Cara Pehitungan

4.1. Penghasilan / omset kotor Dikurangi biaya penjualan (misalnya makanan, minuman, dll.) = Laba kotor Dikurangi biaya kerja/operasional (misalnya upah, dll.) = Laba bersih Dikurangi remunerasi/upah untuk operator Dikurangi bunga atas modal yang diinvestasikan dikapitalisasi pada biaya pinjaman = Laba bersih yang disesuaikan

4.1.1. kapitalisasi langsung

4.1.2. kapitalisasi ganda, dipisahkan antara sewa (pemilik) dengan keuntungan (operator)

5. kapan tidak bisa menggunakan profit method

5.1. tingkat pendapatan dengan sengaja dibawah industri yang sama

5.2. tingkat perdagangan luar biasa

5.3. goodwill berlebihan

5.4. hubungan pengelompokkan aset baru dengan properti yang mendasarinya tidak diketahui

6. Kelompok 3

6.1. Aditya Asprila

6.2. Bimo Bagus Sutrisno

6.3. Ihtifazhuddin Rasis Shidqi

6.4. Jecki Yulianto

6.5. Sonyah Manalu

6.6. Vonita Briliana