Anatomi dan Metode Penelitian

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Anatomi dan Metode Penelitian by Mind Map: Anatomi dan Metode Penelitian

1. Sistem Saraf

1.1. Ada 2 Jenis Sistem Saraf Yakni : Sistem Saraf Pusat (Central Nervous System - CNS) dan Sistem Saraf Tepi (Peripheral Nervous System)

1.2. Sistem Saraf Pusat terdiri dari Otak dan Sumsum Tulang Belakang ke Seluruh Tubuh (Spinal Cord).

1.3. Sistem Saraf Tepi memhubungkan Otak dan Sumsum Tulang Belakang ke seluruh tubuh.

1.4. Ada 2 Bagian dari Sistem Saraf Tepi yaitu: Sistem Saraf Somatic dan Sistem Saraf Otonom.

1.5. Ada 2 Istilah untuk menjelaskan arah yaitu: Dorsal : Mengarah ke Punggung dan Ventral: Mengarah ke Perut.

2. Sumsum Tulang Belakang (Spinal Cord ).

2.1. Bagian dari sistem saraf pusat dalam lanjutan tulang belakang

2.2. Memiliki struktur yang bersegmen pada tiap sisinya memiliki satu saraf sensori dan satu saraf motorik

2.3. Informasi Sensori masuk kedalam akar dorsal dan kemudian informasi Motorik keluar melalui akar Vental.

2.4. Badan sel neuron Sensorik berada dalam kelompok neuron diluar sumsum tulang belakang yang disebut Ganglia Akar Dorsal.

2.5. Ganglia adalah Jamak dari Ganglion gugus neuron.

3. Sistem Saraf Otonom

3.1. Sistem saraf otonom terdiri atas Neuron yang menerima informasi dan mengirim perintah ke Jantung, Usus dan organ lainnya.

3.2. Ada 2 bagian sistem saraf otonom adalah Saraf Simpatik dan Sistem Parasimpatik.

3.2.1. Sistem Saraf Simpatik adalah jaringan saraf yang mempersiapkan organ untuk ledakan aktivitas yang kuat yang terdiri dari rantai Ganglia tepat disebelah kiri dan kanan daerah pusat sumsum tulang belakang.

3.2.2. Sistem Saraf Parasimpatik juga dikenal sebagai sistem Kraniosakral karena terdiri atas Saraf Kranal dan Saraf dari sumsum tulang belakang sakral.

3.3. Aktivitas sistem saraf Simpatik dan Parasimpatik saling berhubungan namun cara kerja mereka saling berlawanan.

3.3.1. Contohnya : sistem saraf simpatik mempercepat detak jantung, sedangkan Sistem saraf parasimpatik menurukan detak jantung.

4. Otak Belakang

5. Otak Tengah

6. Otak Depan

7. Ventrikel

8. Korteks Serebral

9. Kemunculan Prosedur Lobotomi Prefrontal dan Akhir Popularitasnya.

10. Fungsi Korteks Prefrontal

11. Efek Kerusakan Otak

12. Efek Stimulus Otak

13. Menghubungkan Anatomi Otak dengan Perilaku.

14. Mencatat Aktivitas Otak