1. Hakikat Anak Belajar Matematika
1.1. Pentingnya Anak Belajar Matematika => Matematika sebagai jembatan bagi anak untuk memahami yang abstrak - konkrit
1.2. Anak Sebagai Individu Yang Berkembang => Guru mampu mengakomodasi pembelajaran sesuai fase perkembangan (teori piaget)
1.3. Kesiapan Intelektual Anak => anak akan siap belajar jika bisa memahami konsep kekekalan.
1.3.1. Konsep Kekekalan (membandingkan)
1.3.1.1. Kekekalan Kuantitas (jumlah)
1.3.1.2. Kekekalan Panjang
1.3.1.3. Kekekalan Luas
1.3.1.4. Kekekalan Volume
1.3.1.5. Kekekalan Berat
2. Posisi Matematika Dalam Kurikulm
2.1. Kurikulum => mengapa bisa berubah?
2.1.1. Untuk beradaptasi/menyesuaikan perkembangan zaman
2.1.2. Harus mewadahi keterampilan abad 21
2.1.2.1. Critical thinking (berpikir kritis)
2.1.2.2. Creative (kreatif)
2.1.2.3. Colaborative (kolaborasi)
2.1.2.4. Comunicative (komunikasi)
2.1.3. Tantangan
2.1.3.1. Globalisasi
2.1.3.2. Kemajuan teknologi informasi
2.1.3.3. Pandemi, dll
2.2. Aspek-aspek yang mendukung
2.2.1. Pendekatan saintifik
2.2.2. Penguatan pendidiikan karakter
2.2.3. Integrasi HOTS
2.2.3.1. Penanaman literasi
2.3. Model pembelajaran inovatif
2.4. Struktur kurikulum => alokasi pembelajaran 6 jp per minggu (kecuali kelas 1 hannya 5 jam)
2.4.1. Evaluasi pembelajaran dan saran daring
2.5. Tujuan muatan pelajaran matematika
2.5.1. Memahami konsep matematika
2.5.2. Menggunakan penalaran
2.5.3. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, dll
2.5.4. Memecahkan masalah
2.5.5. Memiliki sifat menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan