Psikologi Konseling

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Psikologi Konseling by Mind Map: Psikologi Konseling

1. 5 macam Interview konseling

1.1. 1. Trait Factor Counseling 2. Pelaksanaan Konseling Behavioristik 3. Pelaksanaan Rational-Emotive Therapy 4. Pelaksanaan Konseling untuk Penyesuaian Diri 5. Pelaksaanaan Konseling untuk Membuat Pilihan

2. Situasi interview sangat mudah terpengaruh oleh alam sekitar

3. A. Keterampilan Mendengar Dasar, Mengobservasi, Mendukung, Mengungkapkan Makna Kata, Merangkum,Dan Refleksi Perasaan

3.1. A. Keterampilan Mendengar

3.1.1. Definisi

3.1.1.1. kemampuan pembimbing atau konselor menyimak atau memperhatikan penuturan klien selama proses konseling berlangsung

3.1.2. Tahap Mendengarkan

3.1.2.1. Underwood (1989:30-45)

3.1.2.1.1. 1. Pre Listening Stage (tahap sebelum proses mendengarkan) 2. While Listening Stage (tahap selama mendengarkan) 3. Post Listening Stage (tahap setelah proses mendengarkan)

3.1.2.2. Rivers dan Temperley yang dijelaskan oleh Nicolas (1988:19)

3.1.2.2.1. 1. Setelah seseorang mendengar suara atau getaran suara. 2. Menentukan struktur dari getaran suara tersebut. 3. Menganalisa suara tersebut di otak.

3.1.3. Mendengarkan aktif memberikan banyak manfaat

3.1.3.1. 1. Mendorong terjadinya katarsis 2. Menolong orang untuk menjadi tidak terlalu takut 4.Memudahkan pemecahan masalah.

3.2. B. Observasi

3.2.1. Definisi

3.2.1.1. pengamatan secara langsung atas sesuatu yang akan diteliti

3.2.2. Bentuk Observasi

3.2.2.1. 1. Dilihat dari keterlibatan subyek terhadap obyek yang sedang diobservasi

3.2.2.1.1. • Observasi partisipan • Observasi non-partisipan • Observasi kuasi-partisipasi

3.2.2.2. 2. Dilihat dari segi situasi lingkungan dimana subyek diobservasi, Gall dkk (2033 : 254)

3.2.2.2.1. • Observasi naturalistik ( naturalistik observasion ) • Observasi eksperimental (experimental observasion)

3.2.2.3. 3. Mendasarkan pada tujuan dan lapangannya, Hanna Djumana (1983:205)

3.2.2.3.1. • Finding observasion • Direct observasion

3.2.3. Beberapa alat bantu observasi

3.2.3.1. a. Daftar riwayat kelakuan b. Cacatan berkala c. Daftar cek d. Skala penilaian (rating skale)

3.2.4. Kelebihan

3.2.4.1. Pengamat dapat memperoleh data dan subjek

3.2.5. Kelemahan

3.2.5.1. Memerlukan waktu yang relatif lama

3.3. C. Meringkas

3.3.1. Definisi

3.3.1.1. keterampilan atau teknik yang digunakan konselor untuk menyimpulkan mengenai apa yang telah dikemukakan klien pada proses komunikasi menurut Supriyo dan Mulawarman (2006).

3.3.2. Jenis Meringkas

3.3.2.1. 1. Meringkas bagian (Summary bagian), 2. Summary akhir/keseluruhan

3.3.3. Langkah-langkah dalam ketrampilan meringkas

3.3.3.1. 1. Memperhatikan dan mengingat pesan konseli 2. Mengidentifikasi beberapa pola tema. 3. Memilih kata pembuka ringkasan yang tepat 4. Menggunakan pilihan kata 5. Memeriksa keefektifan ringkasan D. Teknik Refleksi Perasaan

3.4. D. Teknik Refreksi Perasaan

3.4.1. Definisi

3.4.2. konselor menyampaikan kepada klien bahwa dia mencoba memahami bagaimana perasaannya, agar memperkuat kebebasan klien dan mempercayai ekspresi perasaannya sendiri.

3.4.3. Tujuan Teknik Refleksi Perasaan (Hariastuti dan Darminto, 2007: 42)

3.4.3.1. a. Membantu klien memahami perasaanya. b. Mendorong klien agar lebih banyak mengekspresikan perasaanya c. Membantu klien menata atau mengatur perasaan-perasaannya.

3.4.4. Cara Menggunakan Teknik Perasaan Cormier & Cormier dan Hariastuti & Darminto (2009:42)

3.4.4.1. 1. Dengarkan kata-kata yang digunakan klien untuk menyatakan perasaan-perasaannya 2. Perhatikan tingkah laku nonverbal klien 3. Menyatakan kembali perasaan-perasaan klien

3.4.5. Supriyo & Mulawarman ( 2006: 24) hal – hal yang perlu diperhatikan

3.4.5.1. a. Menghindari steriotip b. Memilih waktu yang tepat c. Menggunakan kata – kata perasaan l

4. B. Lima Tahap Struktur Interview

4.1. Definisi

4.1.1. Interview : suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data.

4.2. Tahap-Tahap Interview Konseling

4.2.1. 1. Pembukaan 2. Penjelasan masalah 3. Penggalian Latar Belakang Masalah 4. Menyelesaikan Masalah 5. Penutup

4.3. Tujuan Interview Konseling

4.3.1. 1. Mengumpulkan data. 2. Menciptakan hubungan. 3. Pemberian pertolongan.

4.4. Kelebihan

4.5. Kelemahan

4.5.1. Dapat dilaksanakan setiap individu

5. C. Konfrontasi, memusatkan perhatian, refleksi, keterampilan mempengaruhi integrasi, pengembangan strategi.

5.1. A. Konfrontasi

5.1.1. Definisi

5.1.1.1. Konfrontasi adalah ketrampilan konselor untuk menunjukkan adanya kesenjangan, diskrepansi, atau inkongruensi dalam diri konseli dan kemudian konselor memberikan feedback kepada konseli

5.1.2. Langkah - langkah

5.1.2.1. 1. Mengidentifikasi kesenjangan, 2. Konselor mendampingi dan menolong konseli 3. Mengevaluasi efektifitasnya.

5.1.3. Faktor - faktor

5.1.3.1. 1. Pertentangan antara apa yang dia katakan dengan apa yang dia lakukan. 2. Pertentangan antara dua perkataan yang disampaikan dalam waktu yang berbeda. 3. Pertentangan antara perasaan yang dia katakan dengan tingkah laku yang tidak mencerminkan perasaan tersebut.

5.1.3.2. perilaku konselor mengahampiri kllien yang diwujudkan dalam bentuk kontak mata dengan klien, bahasa tubuh, dan bahasa lisan

5.1.4. Manfaat

5.1.4.1. 1. Menghindari adanya kesenjangan 2. Membawa klien memusatkan perhatian 3. Membuat klien dapat bertindak lebih efektif

5.1.4.1.1. keterampilan pembimbingan atau konselor untuk menuturkan kembali kepada klien tentang persaan, pikiran dan pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya.

5.2. B. Attending

5.2.1. Definisi

5.3. C. Refleksi

5.3.1. Definisi

5.3.2. Tujuan

5.3.2.1. 1. Memperoleh kejelasan tentang perasaan konseli atau 2. Konseli merasa dimengerti perasaanya. 3. Mengarahkan pembicaraan yang lebih dalam terkait perasaan konseli.

5.3.3. Manfaat

5.3.3.1. 1. memusatkan evaluasi pada klien 2. memberi kekuatan untuk memilih 3. memperjelas cara berpikir klien

5.4. D. Pengembangan Strategi

5.4.1. 4 komponen

5.4.1.1. • layanan dasar • layanan peminatan dan perencaan individual • layanan responsi • dukungan sistem.

5.5. E. Keterampilan Mempengaruhi dan Integrasi

5.5.1. Macam - macam Keterampilan

5.5.1.1. 1. Basic Literacy Skill 2. Technical Skill 3. Interpersonal Skill 4. Problem Solving

6. D. Praktek Kasus Konseling Anak Normal

6.1. Permasalahan yang Sering Dialami Anak

6.1.1. 1. Anak Cengeng

6.1.1.1. Cara mengatasi

6.1.2. 2. Kesulitan belajar

6.1.2.1. Cara mengatasi

6.1.2.1.1. • Jadilah contoh yang baik • Jelaskan bahwa menangis adalah hal yang manusiawi • Hindari memberi apa yang anak inginkan dengan mudah • Jangan terpancing emosi

6.1.2.1.2. 1. Bicaralah pada anak secara terbuka 2. Jalinlah komunikasi yang baik dengan guru di sekolah. 3. Bimbinglah anak untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah. 4. Ingatkan mereka bahwa mereka adalah anak-anak yang pandai, namun memiliki cara belajar yang berbeda.

6.1.3. 3. Anak Pemalu

6.1.3.1. Cara mengatasi

6.1.3.1.1. 1.Beri dorongan atau pujian pada anak pemalu atas perilakunya 2. Ciptakan suasana yang akrab pada anak pemalu dengan kontak mata dan senyuman 3. Pancing anak agar mau berbicara di setiap kesempatan

7. E. Praktek Kasus Konseling Dewasa Normal

7.1. 1. Dua puluhan : memiliki ciri keyakinan yang besar, 2. Tiga puluhan : sering memiliki keragu-raguan dan mempertanyakan banyak keputusan hidup mereka, 3. Empat puluhan : memiliki ciri akan rasa ketergesaan yang tinggi, 4. Lima puluhan : memiliki ciri penerimaan diri, 5. Setelah enam puluhan : potensi khidmat dan kekudusan yang dinyatakan dalam kedalaman yang lebih besar.

7.2. ciri-ciri psikologis orang dewasa

7.2.1. 1. Adanya usaha pribadi pada salah satu lapangan yang penting 2. Kemampuan untuk mengadakan kontak yang hangat . 3. Adanya suatu stabilitas batin yang fundamental 4. Pengamatan, pikiran dan tingkah laku 5. Dapat melihat diri sendiri 6. Menemukan suatu bentuk kehidupan

7.3. 1. Mencapai kesehatan mental yang positif. 2. Keefektifan individu. 3. Pembuatan keputusan. 4. Perubahan tingkah laku

7.4. Tujuan bimbingan pada tahap dewasa