JOSWIN X IPA 1/19 VEKTOR

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
JOSWIN X IPA 1/19 VEKTOR by Mind Map: JOSWIN X IPA 1/19 VEKTOR

1. Operasi Vektor

1.1. Penambahan Vektor

1.1.1. Cara Segitiga

1.1.1.1. Metode segitiga merupakan metode penjumlahan vektor dengan menempatkan pangkal vektor kedua pada ujung vektor pertama. Hasil penjumlahan vektornya yaitu vektor yang memiliki pangkal di titik pangkal vektor pertama dan ujung di ujung vektor kedua.

1.1.2. Cara Jajar Genjang

1.1.2.1. Metode jajargenjang adalah cara penjumlahan vektor dengan menghubungkan pangkal vektor yang satu ke pangkal vektor yang lain. Kemudian menarik sebuah garis lurus dari pangkal kedua vektor menuju perpotongan proyeksi masing-masing vektor. Garis ini adalah vektor resultan

1.2. Pengurangan Vektor

1.2.1. Operasi pengurangan vektor pada prinsipnya sama dengan operasi penjumlahan vektor, namun dengan membalik arah vektor pengurangnya. Misal, terdapat pengurangan dua buah vektor A dan B, maka vektor A dikurangi vektor B sama dengan vektor A ditambah negatif vektor B

1.3. Perkalian Skalar Dua Vektor

1.3.1. Perkalian skalar vektor dapat dipahami sebagai perubahan vektor awal dengan skala terentu. Perubahan panjang pada vektor yang terjadi bisa lebih panjang, lebih pendek, atau sama dengan vektor awal. Perkalian skalar vektor juga dapat mengubah arah vektor awal, bisa searah atau berlawanan.

1.4. Sudut Antara Dua Vektor

1.4.1. Besar sudut antara vektor a dan b dapat dinyatakan dalam sebuah persamaan yang menyatakan hubungan antara perkalian titik (dot product) vektor dengan perkalian panjang vektor. ... Perbandingan antara perkalian titik vektor a dan b dengan perkalian panjang kedua vektor tersebut adalah besar nilai cosinus sudutnya.

1.5. Sifat Vektor

1.5.1. Dapat Dikali

1.5.2. Dapat Dibagi

1.5.3. Dapat Dikurangkan

1.5.4. Dapat Dijumlahkan

2. Sifat Vektor

2.1. Dapat Dikali

2.2. Dapat Dibagi

2.3. Dapat Dikurangkan

2.4. Dapat Dijumlahkan

3. Penulisan Simbol Vektor

3.1. Vektor disimbolkan dengan dua huruf besar atau satu huruf yang diatasnya diberi tanda anak panah

3.2. Vektor disimbolkan dengan dua huruf besar atau satu huruf hald di tebalkan

4. Pengertian

4.1. Ruas garis berarah yang memiliki nilai dan arah tertentu

4.2. Vektor adalah besaran yang memiliki besar dan arah. Besaran-besaran pada fisika banyak yang termasuk besaran vector.

5. Jenis Vektor

5.1. Jenis-Jenis Vektor Matematika

5.1.1. Vektor Nol

5.1.1.1. Vektor nol adalah vektor yang besarnya nol satuan dan arahnya tidak menentu. Vektor nol terjadi jika titik pangkal dan titik terminal suatu vektor berimpit, sehingga dinyatakan dengan nol.

5.1.2. Vektor Posisi

5.1.2.1. Vektor posisi adalah posisi sebuah titik partikel terhadap sebuah titik acuan tertentu. Misalnya posisi titik awalnya berpangkal di pusat koordinat (0,0), sementara titik ujungnya berada di suatu titik (x,y).

5.1.3. Vektor Basis

5.1.3.1. Vektor basis adalah vektor yang panjangnya satu satuan dan arahnya searah dengan sumbu koordinat. Vektor basis memiliki satuan yang saling tegak lurus.

5.1.4. Vektor Satuan

5.1.4.1. Vektor satuan adalah suatu vektor yang panjangnya satu satuan.

5.2. Jenis Vektor Berdasarkan Operasi Hitungan

5.2.1. Vektor Penjumlahan

5.2.1.1. Vektor penjumlahan adalah menentukan sebuah vektor yang diperoleh dari penjumlahan kedua komponen vektor pembentuknya. Penjumlahan tersebut menentukan resultan dari dua vektor.

5.2.2. Vektor Pengurangan

5.2.2.1. Pengurangan vektor adalah ketika salah satu vektor yang mempunyai atau memiliki arah yang berlawanan. Misalnya vektor A bergerak ke arah kanan dan vektor B bergerak ke arah kiri, maka resultannya adalah R = A + (-B) = A – B. Pada penjumlahan vektor terdapat sifat komutatif dan asosiatif, sedangkan untuk pengurangan dua buah vektor tidak berlaku dua sifat tersebut.

6. Proyeksi Vektor

6.1. Proyeksi Skalar

6.1.1. Sebuah skalar yang memiliki nilai sama dengan panjang proyeksi vektor a pada b.

6.2. Proyeksi Ortogonal

6.2.1. Cara pendang mata pada sebuah objek yang ditarik garis tegak lurus pada sebuah bidang datar.