1. Konsep Keperawatan
1.1. Pengkajian
1.1.1. Identitas Diri
1.1.1.1. Pasien
1.1.1.1.1. Nama, Tempat/Tgl. Lahir, Umur, Jenis Kelamin, Alamat, Status Perkawinan, Agama, Suku Bangsa, Pendidikan, Pekerjaan, Lama bekerja, Tgl Masuk RS.
1.1.1.2. Penanggung Jawab
1.1.1.2.1. Sumber informasi, Keluarga terdekat yang dapat dihubungi, Pendidikan, Pekerjaan, Alamat.
1.1.2. Riwayat Kesehatan
1.1.2.1. Keluhan utama, biasanya ditemukan rasa nyeri pada ulu hati dimana nyeri muncul secara tiba-tiba. Riwayat penyakit sekarang, yaitu tanda dan gejala yang menyertai keluhan utama.
1.1.2.2. Riwayat penyakit dahulu, yaitu apakah klien pernah menderita penyakit yang sama sebelumnya atau penyakit yang menyebabkan bertambah parahnya gastritis. Riwayat penyakit keluarga, yaitu apakah ada anggota keluarga yang menderita penyakit yang sama.
1.1.3. Pemfis
1.2. Diagnosa
1.2.1. Nyeri Akut
1.2.1.1. Manajemen Nyeri
1.2.2. Defisit Nutrisi
1.2.2.1. Manajemen Nutrisi
1.2.3. Resiko ketidakseimbangan Elektrolit
1.2.4. Ansietas
1.2.4.1. Reduksi Ansietas
1.2.5. intoleransi Aktivitas
1.2.5.1. Manajemen Energi
2. konsep Medis
2.1. Defenisi
2.2. Etiologi
2.2.1. Gastritis adalah suatu peradangan mukosa lambung yang dapat bersifat akut, kronik, difus, atau lokal yang di sebabkan oleh bakteri atau obatobatan. Gastritis juga merupakan inflamasi dari mukosa lambung. Gambaran klinis yang ditemukan berupa dispepsia atau indigesti
2.2.2. obat-obatan, seperti obat-obatan antiinflamasi
2.2.3. Minuman beralkohol
2.2.4. infeksi bakteri
2.2.5. Infeksi virus oleh sitomegalovirus
2.2.6. Infeksi jamur
2.2.7. Stress fisik
2.2.8. Makanan dan Minuman yang bersifat iritan
2.2.9. Garam Empedu
2.2.10. Iskemia
2.2.11. Trauma langsung pada lambung
2.3. Manifestasi Klinis
2.3.1. Gastritis Akut
2.3.1.1. Ulserasi superfisial dapat menimbulkan hemoragi
2.3.1.2. Nyeri abdomen, sakit kepala, lesu, mual, anoreksia, muntah dan cegukan
2.3.1.3. Asimptomatik
2.3.1.4. Dapat terjadi kolik dan diare
2.3.1.5. pemulihan cepat
2.3.2. Gastritis Kronik
2.3.2.1. Anoreksia
2.3.2.2. Nyeri uluh hati
2.3.2.2.1. Kembung
2.3.2.3. Rasa asam di mulut
2.3.2.4. Mual dan Muntah
2.4. Pemeriksaan Penunjang
2.4.1. Radiology
2.4.1.1. sinar x gastrointestinal bagian atas
2.4.2. Endoskopy
2.4.2.1. Gastroscopy ditemukan muksa yang hiperemik
2.4.3. Laboratorium
2.4.3.1. Mengetahui kadar asam hidroklorida
2.4.4. EGD
2.4.5. Histopatologi
2.4.6. Analisa Gaster
2.4.6.1. Untuk menentukan adanya darah, mengkaji aktivitas sekretori mukosa gaster, contoh peningkatan asam hidroklorik dan pembentukan asam noktura
2.4.7. Feses
2.4.7.1. Tes feses akan positifH. PyloryKreatinin : biasanya tidak meningkat bila perfusi ginjal di pertahankan.
2.4.8. Amonia
2.4.8.1. dapat meningkat apabila disfungsi hati berat menganggu metabolisme dan eksresi urea atau transfusi darah lengkap dan jumlah besar diberikan.
2.4.9. Natrium
2.4.9.1. dapat meningkat sebagai kompensasi hormonal terhadap simpanan cairan tubuh.
2.4.10. Kalium
2.4.11. Amilase Serum
2.4.11.1. Meningkat dengan ulkus duodenal, kadar rendah diduga gastritis.
2.5. Penatalaksanaan
2.5.1. Medis
2.5.1.1. Antikougulan
2.5.1.2. Antasida
2.5.1.3. Histonin
2.5.1.4. Sulclarfate
2.5.1.5. Pembedahan
2.5.2. Keperawatan
2.5.2.1. Tirah baring
2.5.2.2. Mengurangi stress
2.5.2.3. Diet