Sosiologi Ekonomi

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Sosiologi Ekonomi by Mind Map: Sosiologi Ekonomi

1. PERTEMUAN KE 3 Proses Produksi

1.1. Pengertian Proses Produksi proses produksi adalah kegiatan menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan faktor-faktor yang ada seperti tenaga kerja, mesin, bahan baku dan dana agar lebih bermanfaat bagi kebutuhan manusia. pihak yang terkait dengan produksi adalah pihak pertama yaitu produsen pihak yang menghasilkan barang dan jasa ,pihak kedua biasa di sebut konsumen adalah yang biasanya mengkonsumsi barang dan jasa tersebut.

1.2. jenis jenis proses produksi ditinjau dari segi keutamaan yaitu jenis proses produksi utama dan proses produksi bukan utama. perbedaannya adalah proses produksi utama lebih kepda untuk inti perusahaan .sedangkan proses produksi bukan utama hanya merupakan kegiatan penunjang dalam perusahaan yang bersangkutan.

1.3. tujuan produksi bagi pihak produsen adalah untuk meningkatkan keuntungan serta menjaga kesinambungan perusahaan. Sementara bagi konsumen, tujuan produksi adalah untuk memenuhi kebutuan manusia untuk mencapai kesejahteraan.

1.4. faktor -faktor produksi 1. faktor produksi alam faktor produksi alam sering pula disebut faktor produksi asli. Faktor produksi alam terdiri atas tanah, air, sinar matahari, udara, dan barang tambang. 2. Faktor produksi tenaga kerja (labor) ialah faktor produksi insani secara langsung maupun tidak langsung menjalankan kegiatan produksi. 3. Faktor produksi modal adalah faktor penunjang dalam mempercepat atau menambah kemampuan dalam memproduksi. 4. Faktor produksi keahlian adalah keahlian atau keterampilan yang digunakan seseorang dalam mengkoordinasikan dan mengelola faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa.

2. PERTEMUAN KE 4 RASIONALITAS DALAM PERTUKARAN

2.1. Konsep Utama Teori

2.1.1. Teori pertukaran Homans berasumsi bahwa seorang terlibat pada sebuah tindakan karena ganjaran atau menghindari adanya hukuman.Ilmu ekonomi dapat menggambarkan hubungan pertukaran dan sosiologi dapat menggambarkan adanya struktur-struktur sosial diamana pertukaran tersebut terjadi.Satu ciri khas teori pertukaran yang menonjol adalah cost and reward. Dalam berinteraksi manusia selalu mempertimbangkan cost (biaya atau pengorbanan) dengan reward (penghargaan atau manfaat) yang diperoleh dari interaksi tersebut. Jika cost tidak sesuai dengan reward-nya, maka salah satu pihak yang mengalami disertasi seperti ini akan merasa sebal dan menghentikan interaksinya, sehingga hubungan sosialnya akan mengalami kegagalan.

2.1.2. Menurut Homans proposisi - proposisi yang dapat menjelaskan teori pertukaran sosial secara utuh diantaranya : - proposisi sukses .ketika seorang individu memperoleh ganjaran dari tindakan yang ia lakukan maka suatu ketika ia akan melakukan tindakan itu lagi bahkan ia akan sering melakukan tindakan tersebut dengan harapan ia dapat menerima ganjaran yang serupa dengan apa yang telah ia dapatkan sebelumnya - proposisi stimulus peristiwa dimana tindakan seseorang memperoleh ganjaran, maka semakin mirip stimuli yang ada sekarang ini dengan yang lalu itu, akan semakin mungkin seseorang melakukan tindakan serupa atau yang agak sama, (Homans, dalam Poloma: 64). - proposisi nilai .roposisi ini berkaitan dengan tingkat atau tinggi rendahnya nilai dari sebuah tindakan - proposisi kelebihan dan kekurangan, - proposisi agresi – pujian. - proposisi rasionalitas.

2.1.3. Rasionalitas dalam pertukaran adalah suatu pertukaran yang memberikan keseimbangan, persamaan, serta keterlibatan emosional yang imbang antar pihak sehingga menimbulkan hubungan barang dan jasa yang memiliki timbal balik yang setara. Rasional tersebut disebut dengan teori pertukaran sosial dan rasionalitas

2.2. Aplikasi Teori

2.2.1. Setiap tindakan individu dipengaruhi oleh nilai yang akan didapatkan. Pertukaran disini terjadi dimana tindakan yang dilakukan akan ditukar dengan nilai yang diperoleh.

3. PERTEMUAN KE 5 PASAR BEBAS

3.1. A. Definisi Pasar Bebas Perdagangan bebas adalah sebuah konsep ekonomi yang mengacu penjualan produk antar negara tanpa pajak ekspor-impor atau hambatan perdagangan lainnya. Pasar bebas merupakan suatu pasar dimana harga barang-barang dan jasa disusun secara lengkap yang disetujui oleh para penjual dan pembeli, tanpa campur tangan pemerintah dalam regulasi harga, penawaran dan permintaan.

3.1.1. B. Manfaat pasar bebas

3.1.1.1. Manfaat yang paling menonjol adalah untuk peningkatan perdagangan internasional.

3.1.1.2. Perdagangan bebas juga meningkatkan persaingan usaha, yang, pada gilirannya, membuat pedagang akan berusaha lebih besar untuk mengembangkan usahanya.

3.1.1.3. Kompetisi tersebut meningkatkan kualitas produk dan menurunkan harga barang, sehingga membantu konsumen.

3.1.1.4. Untuk konsumen, perdagangan bebas juga berarti kebebasan memilih, karena mereka memiliki lebih banyak pilihan yang bisa ditentukan.

3.1.1.5. Para pedagang memiliki pasar lebih besar dan mereka mampu menjual lebih banyak barang

3.2. E. Kelemahan & Kelebihan sistem ekonomi pasar bebas

3.2.1. Kelemahan : 􀂊 Adanya eksploitasi terhadap masyarakat ekonomi lemah oleh pihak yang kuat ekonominya. 􀂊 Menimbulkan terjadinya monopoli sehingga merugikan masyarakat. 􀂊 Munculnya kesenjangan ekonomi antara golongan ekonomi kuat dengan golongan ekonomi lemah. 􀂊 Perekonomian dapat dengan mudah menjadi tidak stabil.

3.2.1.1. Kelemahan : 􀂊 Setiap individu bebas memiliki kekayaan dan sumber daya produksi. 􀂊 Inisiatif dan kreatifitas masyarakat dapat dikembangkan. 􀂊 Terjadi persaingan antar produsen untuk menghasilkan barang yang bermutu. 􀂊 Efisiensi dan efektifitas tinggi karena tindakannya selalu didasarkan pada prinsip ekonomi.

3.3. D. Faktor-faktor keberhasilan pasar bebas: x Kualitas Sumber Daya Alam x Ilmu Pengetahuan dan Teknologi x Prasarana

3.3.1. C. Ciri-ciri sistem ekonomi pasar bebas

3.3.1.1. Alat dan sumber produksi dapat dimiliki dan diatur oleh perseorangan, masyarakat, atau perusahaan.

3.3.1.2. Terdapat pembagian kelas dalam masyarakat, yaitu kelas pekerja atau buruh dan kelas pemilik modal.

3.3.1.3. Terjadi persaingan diantara para pengusaha untuk memperoleh laba atau keuntungan sebesar-besarnya (profit motive).

3.3.1.4. Pemerintah tidak melakukan campur tangan dalam pasar

3.4. F. Dampak Positif dan Negatif Pasar Bebas

3.4.1. Dampak Positif : 1. Memperluas lapangan kerja dan memperbesar peluang kerja bagi masyarakat. 2. Untuk menambah Modal atau pendapatan dalam kebutuhan ekonomi. 3. Membuka kesempatan kerjasama antar negara yang luas dalam bidang ekonomi 4. Kegiatan produksi dalam negeri dapat meningkat secara kuantitas dan kualitas 5. Menambah devisa negara melalui bea masuk dan biaya lain atas ekspor dan impor 6. Melalui impor,kebutuhan dalam negeri dapat terpenuhi

3.4.1.1. Dampak Negatif : 1. Munculnya ketergantungan dengan negara maju 2. Terjadinya persaingan yang tidak sehat,karena pengaruh perdagangan bebas 3. Bila tidak mampu bersaing,maka pertumbuhan ekonomi negara akan mengalami kemunduran dan menyebabkan angka pengangguran meningkat. 4. Munculnya kelangkaan dalam pasar bebas 5. Barang produksi terganggu akibat masuknya barang-barang impor yang dijual di pasar bebas

4. PERTEMUAN KE 7 POLA HIDUP DAN STATUS EKONOMI

4.1. PENGERTIAN POLA HIDUP Pola hidup adalah pola-pola tindakan yang membedakan antara satu orang dengan orang lainnya. Gaya hidup menurut (Kotler, 2002:192) adalah pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya.

4.1.1. Bentuk - bentuk Gaya Hidup Menurut Chaney (dalam Idi Subandy,1997) 1. Industri Gaya Hidup 2. Iklan Gaya Hidup. 3. Public Relations dan Journalisme Gaya Hidup 4. Gaya Hidup Mandiri 5. Gaya Hidup Hedonis

4.1.2. C. Faktor yang Mempengaruhi Gaya Hidup

4.1.2.1. Faktor Internal a) Sikap berarti suatu keadaan jiwa dan keadaan pikir yang dipersiapkan untuk memberikan tanggapan terhadap sesuatu. b) Pengalaman mempengaruhi pengamatan sosial dalam tingkah laku. c) Kepribadian adalah konfigurasi karakteristik individu dan cara berperilaku yang menentukan perbedaan perilaku dari setiap individu d) Konsep diri sebagai inti dari pola kepribadian akan menentukan perilaku individu dalam menghadapi permasalahan hidupnya. e) Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengatur, dan menginterpretasikan informasi untuk membentuk suatu gambar yang berartin mengenai dunia.

4.1.2.2. Faktor Eksternal a) Kelompok referensi adalah kelompok yang memberikan pengaruh langsung atau tidak langsung terhadap sikap dan perilaku seseorang. b) Keluarga memegang peranan terbesar dan terlama dalam pembentukan sikap dan perilaku individu. Hal ini karena pola asuh orang tua akan membentuk kebiasaan anak yang secara tidak langsung mempengaruhi pola hidupnya. c) Kelas sosial juga mempengaruhi gaya hidup. Ada dua unsur pokok dalam sistem sosial pembagian kelas dalam masyarakat, yaitu kedudukan dan peran. Hierarki kelas sosial masyarkat menentukan pilihan gaya hidup. e) Kebudayaan yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh individu sebagai anggota masyarakat.

4.2. Status EKonomi Status ekonomi adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat, status social ekonomi adalah gambaran tentang keadaan seseorang atau masyarakat yang ditinjau dari segi social ekonomi, gambaran itu seperti tingkat pendidikan, pendapatan, dan sebagainya.

4.2.1. Klasifikasi Status Ekonomi 1. Pekerjaan (pekerjaan utama misalnya pekerjaan pertanian dan pekerjaan tambahan misalnya pekerjaan musiman). 2. Pendapatan keluarga (gaji, indusri rumah tangga, pertanian pangan, non pangan, utang). 3. Kekayaan yang telihat seperti tanah, jumlah ternak, perahu, mesin jahit, kendaraan, radio,TV, dll. 4. Pengeluaran atau anggaran (penegluaran untuk makan, pakaian, menyewa, minya tau bahan bakar, listrik, pendidikan, transportasi,rekreasi, hadiah/persembahan). 5. Harga makanan yang tergantung pada pasar dan variasi musiman.

4.2.1.1. Faktor Yang Mempengaruhi Status Ekonomi 1. Pekerjaan 2. Pendidikan 3. Keadaan ekonomi 3. Pendapatan

4.2.1.1.1. Tingkatan Ekonomi terdiri dari 4 tingkatan ekonomi: 1. Adekuat 2. Marginal 3. Miskin 4. Sangat Miskin

5. PERTEMUAN KE 9 SISTEM PASAR INFORMAL

5.1. Pengertian Sektor Informal Sektor Informal diartikan sebagai unit kegiatan usaha kecil yang melakukan kegiatan produksi dan atau distribusi barang dan jasa untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan menghasilkan sebuah pendapatan bagi mereka yang terlibat unit tersebut bekerja dengan keterbatasan modal, fisik, tenaga maupun keahlian.

5.1.1. Karateristik Sektor Informal

5.1.1.1. jumlah unit usaha yang banyak dalam skala kecil

5.1.1.2. kepemilikan oleh individu atau keluarga

5.1.1.3. teknologi yang sederhana dan padat tenaga kerja

5.1.1.4. tingkat pendidikan dan keterampilan yang rendah

5.1.1.5. akses ke lembaga keuangan daerah

5.1.1.6. produktivitas tenaga kerja yang rendah

5.1.1.7. tingkat upah yang juga relatif lebih rendah dibandingkan sektor formal.

5.1.2. Ciri-ciri dari sektor informal

5.1.2.1. ditandai oleh satuan-satuan usaha kecil dalam jumlah yang banyak dan biasanya dimiliki oleh keluarga dengan menggunakan teknik produksi yang sederhana dan padat karya.

5.1.2.2. ditandai oleh satuan-satuan usaha kecil dalam jumlah yang banyak dan biasanya dimiliki oleh keluarga dengan menggunakan teknik produksi yang sederhana dan padat karya.

5.1.2.3. Kegiatan usaha umumnya sederhana

5.1.2.4. skala usaha relatif kecil

5.1.2.5. umumnya tidak mempunyai izin usaha

5.1.2.6. bekerja di sektor informal lebih mudah daripada di sektor formal

5.1.2.7. tingkat pendapatan di sektor informal biasanya rendah

5.1.2.8. Usaha-usaha di sektor informal sangat beraneka ragam.

5.2. sektor informal merupakan hal yang berfokus kepada aspek-aspek: Aspek ekonomi yaitu diantaranya meliputi penggunaan modal yang rendah, pendapatan yang rendah, dan skala usaha yang relatif kecil. Aspek sosial diantaranya meliputi tingkat pendidikan formal rendah berasal dari kalangan ekonomi lemah, masyarakat umumnya berasal dari pendatang. Aspek budaya diantaranya meliputi kecenderungan untuk bekerja diluar sistem pemerintah, penggunaan teknologi yang sederhana, dan tidak terikat oleh waktu kerja.

5.2.1. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN SEKTOR INFORMAL

5.2.1.1. Kelebihan : Sektor informal dapat bertahan dan berkembang pesat dari tahun ke tahun. Sektor informal adalah usaha berskala kecil dan terkadang bersifat padat karya. Produksi yang dilakukan masih bersifat sederhana sehingga pekerja tidak harus berpendidikan formal. Adanya keahlian khusus (traditional skills). Modal yang dibutuhkan untuk mendirikan usaha kecil.

5.2.1.1.1. Kelemahan : Adanya hambatan dan kendala-kendala baik internal maupun eksternal. Keterbatasan modal, karena modal yang digunakan untuk mendirikan usaha informal berasal dari uang sendiri. Pemasaran barang dan jasa terbatas. Ketersediaan bahan baku tidak selalu terjamin. Sumber daya manusia terbatas pada pekerja yang umumnya berasal dari keluarganya sendiri. Tidak efisien.

6. PERTEMUAN KE 11 PASAR DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

6.1. Pengertian Pasar Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa. Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.

6.1.1. Komponen Pasar

6.1.1.1. Penjual : orang yang menjual (barang dagangan yang berkali-kali dijual )

6.1.1.2. Pembeli : memperoleh sesuatu dengan menukarnya dengan uang (membayar)

6.1.1.3. Barang dan jasa yang diperjualbelikan : barang yang diperdagangkan, untuk kemudian ditukar dengan uang.

6.1.1.4. Alat pembayaran : alat yang digunakan oleh penjual maupun pembeli dalam pasar yang telah disepakati oleh keduanya, biasanya berupa uang, obligasi, saham, cek, dll.

6.1.1.5. Tempat : ruang (bidang, rumah, dsa) yang dipakai untuk melakukan sesuatu.

6.1.1.6. Sistem Pemasaran : sistem pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.

6.1.1.7. Perantara (agen) : Agen adalah pedagang yang membeli atau mendapatkan barang dagangannya dari distributor

6.1.1.8. Distributor : Distributor adalah pedagang yang membeli atau mendapatkan produk barang dagangan dari tangan pertama atau produsen secara langsung

6.1.2. Syarat – Syarat Pasar

6.1.2.1. 1. Terdapat barang dan jasa yang akan diperjualbelikan. 2. Ada calon penjual dan calon pembeli yang saling berinteraksi untuk melakukan jual beli. 3. Terjadinya kesepakatan harga atas barang yang diperjualbelikan (antara penjual dan pembeli)

6.2. Kebijakan Pemerintah dalam kegiatan ekonomi

6.2.1. Membuat dan melaksanakan peraturan atau undang-undang.

6.2.2. Secara langsung melakukan beberapa kegiatan ekonomi (membuat perusahaan).

6.2.3. Melakukan kebijakan fiskal dan moneter.

6.2.3.1. Kebijakan moneter adalah kebijakan yang dijalankan oleh bank sentral untuk mengatur jumlah uang dalam perekonomian. Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah didalam memungut pajak dan membelanjakan pendapatan pajak tersebut untuk membiayai kegiatankegiatannya.

6.2.3.2. Tujuan a) Untuk mengatasi masalah-masalah pokok makro ekonomi yang timbul b) Untuk menjamin agar faktor-faktor produksi digunakan dan dialokasikan keberbagai kegiatan ekoomi secara efisien. c) Untuk memperbaiki keadaan distribusi pendapatan yang tidak seimbang yang selalu tercipta di dalam masyarakat yang kegiatan-kegiatan ekonominya terutama diatur oleh sistem pasar bebas

6.3. Fungsi Pemerintah Dalam Perekonomian

6.3.1. Fungsi Stabilisasi yakni fungsi pemerintah dalam menciptakan kestabilan ekonomi, sosial politik, hokum, pertahanan, dan keamanan.

6.3.2. Fungsi Alokasi yakni fungsi pemerintah sebagai penyedia barang dan jasa publik seperti pembangunan jalan raya, gedung sekolah, penyediaan fasilitas penerangan, dan telepon.

6.3.3. Fungsi Distribusi yakni fungsi pemerintah dalam pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat

7. PERTEMUAN KE-13 KOMODIFIKASI DAN KOMODITAS

7.1. komodifikasi adalah salah satu bentuk penguasaan media selain strukturasi dan spasialisasi. Proses komodifikasi erat kaiannya dengan produk, sedangkan proses produksi erat dengan fungsi atau guna pekerjanya, pekerja telah menjadi komoditas dan telah dikomodifikasikan oleh pemilik modal, yaitu dengan mengeskploitasi dalam pekerjaan. Hal ini hanya satu bagian saja dari proses produksi. Maka dari itu komodifikasi tak lain juga sebuah bentuk komersialisasi segala bentuk nilai dari buatan manusia.

7.1.1. dampak positif komoditi 1. Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi 2.Terjadinya industrialisasi 3.Produktifitas dunia industri semakin meningkat. 4.Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki. 5. Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadikomoditi.

7.1.1.1. dampak negatif: 1. global warming 2. Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai 3. pemborosan biaya 4. penyalahgunaan fungsi teknologi

7.2. Komodifikasi ada 3 macam

7.2.1. Komoditas Khalayak Pengiklan juga berperan dalam menentukan isi media, sehingga menciptakan khalayak sebagai komoditas, dengan begitu khalayak dibawa kepada pengiklan.

7.2.2. Komoditas Isi Media Proses komodifikasi pada komunikasi melibatkan pesan-pesan dari sumber data sampai sistem pemikiran dan menjadi produk dan dapat dipasarkan. komodifikasi isi media dipengaruhi olehpenciptaan nilai surplus atau keuntungan.

7.2.3. Komoditas pekerja Karakteristik produksi media menekankan dimensi kreatifitas individual. Industri media membutuhkan tingkat pemikiran konseptual yang umumnya tinggi, sehingga karakteristik pekerjanya berbeda dengan industri lain yang pekerjanya dapat dibedakan antara tenaga kerja kasar dan tenaga ahli.

8. PERTEMUAN KE 1 RUANG LINGKUP SOSIOLOGI EKONOMI

8.1. A. Pengertian sosiologi ekonomi Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat.Ekonomi merupakan usaha masyarakat dalam mengelola sumberdaya yang langka melalui suatu pembuatan kebijaksanaan dan pelaksanaannya.Sehingga dapat didefinisikan bahwa Sosiologi Ekonomi merupakan pendekatan sosiologis yang diterapkan pada fenomena ekonomi.

8.2. B.Pendekatan sosiologis tentang ekonomi Pendekatan individu dalam analisis ekonomi berakar dari Ulititarianisme (yaitu mengasumsikan bahwa individu adalah makhluk yang rasional) dan ekonomi politik inggris yang dibangun di atas prinsip laissez faire, Laissez Passer (biarkan individu mengatur dirinya, karena individu tahu yang dimauinya)

8.2.1. Tindakan Ekonomi Menurut Weber 1. Rasional, dimana individu mempertimbangkan alat yang tersedia untukmencapai tujuan yang ada 2. Tradisional, dimana bersumber dari tradisi atau konvensi. 3. Spekulatif-irrasional, yaitu tindakan yang berorientasi ekonomi yang tidak mempertimbangkan instrumen yang ada dengan tujuan yang hendak dicapai tindakan rasional antara ekonomi berbeda dengan sosiologi, dalam ekonomi

8.2.2. Teori Pendekatan

8.2.3. 1. Teori Struktural Fungsional

8.2.4. 2. Teori Struktural Konflik

8.2.5. 3. Teori Interaksionisme Simbolis

8.2.6. 4. Teori pertukaran

8.3. C. Perkembangan dan Ruang lingkup sosiologi ekonomi

8.3.1. Pemahaman Ekonomi dan Sosiologi sebagai Disiplin Ilmu. Munculnya ekonomi sebagai disiplin ilmu dapat terlihat dari fenomena ekonomi sebagai suatu gejala bagaimana cara orang atau masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka terhadap jasa dan barang langka yang diawali oleh proses produksi, konsumsi dan pertukaran.

8.3.2. Ekonomi sebagai subsistem masyarakat .dalam memahami aspek kehidupan ekonomi masyarakatmaka perlu dihubungkan antara faktor ekonomi dengan faktor lain.Faktor-faktor tersebut antara lain faktor kebudayaan, kelompok solidaritas, dan stratifikasi social.

9. PERTEMUAN KE 2 SOSIAL KAPITAL DALAM TENAGA KERJA

9.1. A. Definisi Kapital Sosial Menurut para ahli

9.1.1. menurut James Coleman (1988) Kapital sosial bukanlah suatu entitas tunggal tetapi terdiri dari sejumlah entitas dengan duaelemen yang sama (untuk semua entitas itu), semuanya terdiri dari aspekstruktur-struktur sosial yang memfasilitasi tindakan-tindakan tertentu dariaktor-apakah orang per orangan atau aktor-aktor badan hukum dalam strukturitu.

9.1.2. Menurut Robert Putnam (1993) Kapital Sosial menunjuk pada bagian-bagian dari organisasi sosial seperti kepercayaan, norma dan jaringan yang dapat meningkatkan efisiensimasyarakat dengan memfasilitasi tindakan-tindakan yang terkoordinasi.

9.1.3. Francis Fukuyama (1995) ada dua definisi yang bisa ditemukan dalam dua sumber, yaitu Kapital Sosial menunjuk pada kapabilitas yang muncul dari kepercayaan umum didalam sebuah masyarakat atau bagian-bagian tertentu darinya Dan kapital sosial adalah serangkaian nilai atau norma informal yang dimiliki bersama diantara para anggota.

9.1.4. Ada dua definisi kapital sosial menurut bank dunia, yaitu kapital sosial menunjuk pada norma, institusi dan hubungan sosial yang membentuk kualitas interaksi sosial dalam masyarakat.Dan kapital sosial yang menunjuk pada norma, institusi dan hubungan sosial yang memungkinkan orang dapat bekerja sama.

9.1.5. Jonathan H. Turner (2005) Kapital sosial adalah dimana terciptanya kepercayaan diantara anggotanya juga tercipta jaringan adanya norma dan nilai yang memungkinkan untuk kerja sama

9.2. B. Pengertian Pasar Tenaga Kerja

9.2.1. Pasar tenaga kerja dapat diartikan sebagai suatu pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli tenaga kerja.Pasar tenaga kerja diselenggarakan dengan maksud untuk mengkoordinasi pertemuan antara para pencari kerja dan orang-orang atau lembaga-lembaga yang membutuhkan tenaga kerja.

9.3. Fungsi dan Manfaat Sosial Kapital Dalam Pasar Tenaga Kerja

9.3.1. Fungsi Pasar Tenaga Kerja yaitu : x Sebagai Sarana Penyaluran Tenaga Kerja, x Sebagai sarana untuk mendapatkan informasi tentang ketenagakerjaan, x Sebagai sarana untuk mempertemukan pencari kerja dan orang atau lembaga yang membutuhkan tenaga kerja

9.3.2. Manfaat adanya bursa tenaga kerja yaitu : x Dapat membantu para pencari kerja dalam memperoleh pekerjaan sehingga dapat mengurangi penggangguran, x Dapat membantu orang-orang atau lembaga-lembaga yang memerlukan tenaga kerja untuk mendapatkan tenaga kerja, x Dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan,

10. PERTEMUAN KE 6 MOBILITAS SOSIAL DAN PENDUDUK

10.1. A. Mobilitas Sosial Mobilitas sosial adalah suatu gerak dalam struktur sosial yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial. mobilitas sosial adalah gerakan atau perpindahan individu dari suatu kedudukan ke kedudukan lainnya dalam masyarakat. Kedudukannya yang baru dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah.

10.1.1. Mobilitas Vertikal mobilitas vertikal adalah perpindahan status sosial yang dimiliki seseorang atau kelompok ke status sosial lain yang tidak sederajat dari sebelumnya.

10.1.2. Mobilits Horisontal mobilitas horizontal adalah perpindahan status sosial yang dialami seseorang atau kelompok tidak akan mengubah derajat sosialnya atau akan tetap sejajar seperti sebelumnya.

10.1.3. Mobilitas intragenerasi Mobilitas sosial intragenerasi adalah mobilitas yang dialami oleh seseorang atau sekelompok orang dalam satu generasi.

10.2. Cara Untuk Melakukan Mobilitas Sosial

10.2.1. - Perubahan standar hidup - Perkawinan - perubahan tingkah laku - Perubahan tempat tinggal

10.3. Faktor Penghambat Mobilitas Sosial

10.3.1. 1. Kemiskinan .Masyarakat yang mengalami kemiskinan akan kesulitan untuk mencapai status sosial tertentu. Salah satu penyebab kemiskinan adalah pendidikan yang rendah. 2. Diskriminasi. Diskriminasi adalah membedakan perlakuan terhadap sesama karena alasan beda bangsa, suku, ras, agama, dan golongan. 3. Stereotype Gender. Membeda-bedakan karakteristik serta posisi sosial laki-laki dan perempuan, seperti memiliki pandangan bahwa derajat laki-laki lebih tinggi daripada wanita juga bisa menghambat mobilitas sosial.

10.4. Faktor Pendorong Mobilitas Sosial

10.4.1. 1. Struktural. Faktor yang terkait dengan kesempatan seseorang untuk menempati sebuah kedudukan serta kemudahan untuk memperolehnya. 2. Individi. Faktor yang terkait dengan kualitas individu yang dilihat dari segi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 3. Ekonomi. Kondisi ekonomi yang baik membuat masyarakat mudah memperoleh modal, pendidikan, dan kesempatan lainnya dan jika itu terjadi maka mobilitas sosial dapat dilakukan 4. Politik. Keadaan negara yang tidak stabil akan memengaruhi kondisi keamanannya. 5. Kependudukan. Pertambahan penduduk bisa mempersempit lahan pemukiman bahkan meningkatkan kemiskinan. masalah kependudukan seperti ini mendorong individu dan pemerintah untuk mengarahkan masyarakat agar bermigrasi ke daerah lain sehingga mobilitas sosial pun terjadi

11. PERTEMUAN KE 8 SOSIOLOGI UANG

11.1. Uang menurut para tokoh sosiolog

11.1.1. Uang adalah instrumen yang paling dekat dalam memasuki semua interaksi sosial masyarakat. (Georg Simmel)

11.1.2. Uang berperan terhadap proses rasionalisasi masyarakat industri. (Max Weber)

11.1.3. Uang merepresentasikan hubungan abstrak dari kepemilikan pribadi, yang mana fungsinya telah terpisah dari hubungan pertukaran. (Karl Marx)

11.1.4. kebutuhan akan uang dapat menyebabkan fenomena bunuh diri terjadi dan dengan uang juga dapat memperkokoh hubungan ikatan sosial dan hal ini akan menciptakan kondisi keteraturan.(Emile Durkheim)

11.1.5. Sederhananya uang itu adalah sistem alat tukar yang formal dan umum sedangkan kredit itu adalah sistem alat tukar yang informal dan tidak general karena membutuhkan hubungan antara debitor dan kreditor. (Bruce G. Carruthers)

11.2. Sederhananya uang itu adalah sistem alat tukar yang formal dan umum sedangkan kredit itu adalah sistem alat tukar yang informal dan tidak general karena membutuhkan hubungan antara debitor dan kreditor. (Bruce G. Carruthers)

11.2.1. Uang secara sosial bukan hanya sebagai alat tukar, alat pembayaran dan fungsi-fungsi uang lainnya. Namun uang dapat sangat jauh dari hanya sebatas itu, uang dapat dilihat sebagai agent of social change. agar uang dapat diberikan arti secara sosial, uang harus ditransformasikan ke dalam bentuk yang lain (Duncan, Sosiologi Uang: 1997, hal. 3).Penetapan nilai atas uang bukanlah dikarenakan nilai yang ada pada diri uang. Namun penilaian atas materi uang, sesungguhnya, berasal dari konsensus sosial dan politik yang disepakati dalam suatu negara, masyarakat atau individu. Diferensiasi nilai uang dalam satu negara dengan negara lain yang terjadi karena beberapa faktor: Sumber Daya Alam yang dimiliki, aktivitas ekspor-impor yang berjalan, inovasi teknologi yang dikuasai, serta cadangan devisa (Reserve) yang didepositkan.

11.3. Uang dalam Lambang Kehidupan Komunal Dalam masyarakat modern yang telah termatrealisasi, uang tidak lagi diperlakukan sebagai cara melakukan aktivitas. Mereka justru menjadikannya sebagai tujuan ekonomi. Jadi terjadi perubahan uang dalam lambang kehidupan, jika di masyarakat komunal uang merupakan cara untuk mengumpulkan anggota komunal, berbeda dengan masyarakat modern yang dikontekskan oleh Duncan sebagai masyarakat Amerika yang melihat uang adalah tujuan dan bukan semata-mata cara.

11.4. Uang dalam Kehidupan Transenden pembelanjaan uang adalah hak setiap individu, melampaui batas-batas ras, umur dan ideologi. Dengan uang, kemakmuran menjadi nyata dan bila masyarakat makmur, hal tersebut merupakan indikasi kecintaan tuhan.

12. PERTEMUAN KE 10 PERTUMBUHAN EKONOMI

12.1. Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah.Pertumbuhan ekonomi merupakan indikator untuk melihat keberhasilan pembangunan dan merupakan syarat keharusan ( necessary condition) bagi penurunan pengangguran .

12.1.1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

12.1.1.1. Faktor produksi, yaitu harus mampu memanfaatkan tenaga kerja yang ada dan penggunaan bahan baku industri dalam negeri semaksimal mungkin.

12.1.1.2. Faktor investasi, yaitu dengan membuat kebijakan investassi yang tidak rumit dan berpihak pada pasar.

12.1.1.3. Faktor perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran, harus surplus sehingga mampu meningkatkan cadangan devisa dan menstabilkan nilai rupiah.

12.1.1.4. Faktor kebijakan moneter dan inflasi, yaitu kebijakan terhadap nilai tukar rupiah dan tingkat suku bunga ini juga harus diantisipatif dan diterima pasar.

12.1.1.5. Faktor keuangan negara , yaitu berupa kebijakan fiskal yang konstruktif dan mampu membiayai pengeluaran pemerintah.

12.1.2. Faktor- faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi

12.1.2.1. Faktor Sumber Daya Alam Faktor Sumber Daya Manusia Faktor Budaya Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Modal

12.1.3. Hambatan-hambatan dalam Pertumbuhan Ekonomi

12.1.3.1. Kegiatan sektor pertanian masih tetap tradisonal dan produktivitasnya sangat rendah.

12.1.3.2. Kebanyakan negara masih menghadapi masalah kekurangan dana modal dan barang modal (peralatan produksi) yang modern.

12.1.3.3. Tenaga terampil, terdidik dan keahlian keusahawanan penawarannya masih jauh dibawah jumlah yang diperlukan.

12.1.3.4. Perkembangan penduduk sangatlah pesat.

12.1.3.5. Berbagai masalah institusi, sosial, kebudayaan dan politik yang sering dihadapi.

12.2. Teori Pertumbuhan Ekonomi

12.2.1. Teori Pertumbuhan Klasik Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi klasik ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu: jumlah penduduk, jumlah stok barang-barang modal , luas tanah dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang digunakan.

12.2.1.1. Teori ekonomi klasik mempunyai beberapa ciri-ciri yaitu sebagai berikut: Perekonomian yang didasarkaan pada sistem bebas berusaha (Laissez Faire) artinya mempunyai kemampuan untuk kembali ke posisi keseimbangan secara otomatis. Pemerintah tidak ikut campur tangan. Peran pemerintah hanya pada masalah penegakan hukum, menjaga keamanan serta pembangunan infrastruktur. Harga barang ditentukan oleh produsen dann konsumen. Tingkat upah ditentukan oleh permintaan dan penawaran tenaga kerja. Apabila kelebihan tenaga kerja maka akan menurunkan upah, tetapi apabila kekurangan tenaga kerja maka akanmeningkatkan upah

12.2.2. Teori Schumpeter Proses perkembangan ekonomi menurut Schumpeter, faktor utama yang menyebabkan perkembangan ekonomi adalah proses inovasi dan pelakunya adalah para innovator atau entrepreneur (wiraswasta).Schumpeter membedakan pengertian pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. Menurut Schumpeter pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan output masyarakat yang disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi masyarakat tanpa adanya perubahan “teknologi” produksi itu sendiri. pembangunan ekonomi adalah kenaikan output yang disebabkan oleh inovasi yang dilakukan oleh para wiraswasta. Inovasi ini berarti perabaikan “teknologi” dalam arti luar, miasalnya penemuan produk baru, pembukaan pasar baru, dsb.

12.2.3. Teori Harrod Domar Harrod-Domar mengemukakan syarat-syarat yang diperlukan agar pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh dan berkembang dengan mantap atau steady growth dalam jangka panjang di dalam pertumbuhan mantap semua variabel seperti output, tabungan, investasi, dan kemajuan teknologi, masing-masing tumbuh secara konstant atau pada laju yang lurus secara eksponensial.

13. PERTEMUAN KE-12 GAYA HIDUP DAN KONSUMSI

13.1. Pengertian Gaya Hidup dan Konsumsi

13.1.1. Konsumsi dan Gaya Hidup secara umum Konsumsi adalah suatu kegiatan yang bertujuan mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang atau jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Sedangkan Gaya Hidup adalah Bagian dai kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah bergantung terhadap zaman atau keinginan seseorang untuk mengubah gaya hidupnya, Gaya hidup dapat dilihat dari cara berpakaian, kebiasaan dan lain-lain.

13.1.2. Konsumsi dan Gaya Hidup Dalam Sosiologi konsumsi tidak hanya sekedar pemenuh kebutuhan yang bersifatfisik dan biologis manusia, tetapi berkaitan dengan aspek-aspek social budaya.Konsumsi berhubungan dengan masalah selera, identitas, atau gaya hidup

13.2. Hubungan Konsumsi dan Gaya Hidup

13.2.1. Max Webber mengatakan bahwa konsumsi terhadap suatu barang merupakan gambaran gaya hidup tertentu dari kelompok status tertentu. Konsumsi terhadap barang merupakan landasan bagi penjenjangan dari kelompok status. Sehingga situasi kelas ditentukan oleh ekonomi sedang situasi status ditentukan oleh penghargaan social.

13.3. 4 pendekatan dalam memahami gaya hidup ( Han Peter Mueller ;1989)

13.3.1. Pendekatan psikolog perkembangan : tindakan seseorang tidak hanya disebabkan oleh teknik, ekonomi dan politik, tetapi juga dikarenakan perubahan nilai.

13.3.2. Pendekatan kuantitatif social struktur : mengukur gaya hidup berdasarkan konsumsi yang dilakukan seseorang.

13.3.3. Pendekatan kualitatif dunia kehidupan : memandang gaya hidup sebagai lingkungan pergaulan.

13.3.4. Pendekatan kelas : mempunyai pandangan bahwa gaya hidup merupakan rasa budaya yang direprodiksi bagi kepentingan struktur kelas.

13.4. Faktor yang mempengaruhi gaya hidup

13.4.1. Faktor Internal sikap, pengalaman, dan pengamatan, kepribadian, konsep diri, motif,

13.4.2. Faktor Eksternal Kelompok referensi, keluarga, kelas sosial, kebudayaan.

13.5. Masyarakat Konsumen Masyarakat Konsumen adalah sebuah masyarakat yang diorganisasikan di seputar konsumsi ketimbang produksi barang dan jasa.

13.5.1. Faktor yang melatarbelakangi

13.5.1.1. Meningkatnya kemakmuran masyarakat dan performance kondisi perekonomian

13.5.1.2. Posisi ekonomi konsumen, dalam banyak hal telah menggantikan posisi sosial warga negara

13.5.1.3. Kebutuhan masyarakat untuk memperlihatkan identitas sosialnya

13.5.1.4. Estetisasi kehidupan sehari-hari yang ditampilkan masyarakat

14. PERTEMUAN KE-14 IKLAN DAN KONSUMSI

14.1. Iklan Iklan adalah salah satu alat komunikasi pemasaran yang menawarkan suatu produk untuk ditujukan kepada masyarakat melalui suatu media. iklan yang efektif merupakan iklan yang mudah dicerna dan dimengerti oleh masyarakat dan mengandung informasi yang benar.

14.1.1. Iklan Elektronik adalah iklan yang dipublikasikan dalam media elektronik.

14.1.1.1. Iklan Cetak jenis iklan yang dipublikasikan menggunakan media cetak seperti koran, majalah, tabloid, dan lain- lain.

14.1.2. Jenis Jenis Iklan

14.1.2.1. Iklan konsumen. Iklan ini meliputi segala iklan barang konsumsi yang digunakan oleh masyarakat

14.1.2.2. Iklan Bisnis ke Bisnis atau Iklan Antar Bisnis. Produk yang diiklankan adalah barang antara yang harus diolah atau menjadi unsur produksi

14.1.2.3. Iklan perdagangan. Iklan perdagangan secara khusus ditujukan kepada kalangan distributor, pedagang, para agen, eksportir, importir dan para pedagang besar dan kecil. Barang-barang untuk dijual kembali.

14.1.2.4. Iklan Eceran. Karakteristik dan sifat-sifat iklan ini antara iklan perdagangan dan iklan konsumen.

14.1.2.5. Iklan keuangan. Iklan keuangan meliputi iklan-iklan untuk bank, jasa tabungan, asuransi.

14.1.2.6. Iklan Lowongan Kerja. Iklan jenis ini berhubungan dengan rekruitmen calon pegawai seperti anggota polisi, angkatan bersenjata atau tenaga kerja suatu perusahaan.

14.1.3. Fungsi iklan

14.1.3.1. memberi informasi kepada konsumen tentang merek produk yang diiklankan

14.1.3.2. memberi informasi kepada konsumen tentang merek produk yang diiklankan

14.1.3.3. meningkatkan minat konsumen terhadap merek yang sudah ada

14.1.3.4. memberikan nilai tambah pada merek dengan mempengaruhi persepsi konsumen

14.1.3.5. pendamping yang memfasilitasi upaya-upaya lain dari perusahaan dalam proses komunikasi pemasaran

14.1.4. Dampak Positif dan Negatif Iklan

14.1.4.1. Dampak Positif 1. Adanya sarana edukasi pendidikan. 2. Informasi tentang produk baru yang mungkin sedang kita butuhkan. 3. Iklan adalah media promosi yang sangat efektif.

14.1.4.1.1. Dampak Negatif 1. Iklan – iklan yang tidak memperhatikan norma – norma berpakaian dan terkesan vulgar serta berbau pornografi hal ini sangat tidak baik untuk di tanyangkan. 2. Iklan hanya menyamapikan kelebihan dari produk dan begitu jarang menyampaikan kelemahan produk sehingga konsumen terkadang kecewa. 3. Iklan adalah media promosi yang sangat efektif namun biayanya sangatlah mahal. sehingga tidak memungkinkan usaha kecil untuk membuat promosi dalam bentuk iklan.

14.2. Konsumsi Konsumsi merupakan tindakan manusia untuk menghabiskan atau mengurangi kegunaan suatu benda. Konsumsi dalam cakupan makro ekonomi adalah konsumsi nasional yang mempunyai fungsi menghubungkan antara laju pengeluaran dengan pendapatan nasional.

14.2.1. Konsumsi menjadi 2 golongan

14.2.1.1. Konsumsi langsung merupakan pengkonsumsian barang yang langsung dilakukan oleh penggguna barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhannya.

14.2.1.2. Konsumsi tak langsung merupakan pemakaian benda konsumsi berupa barang dan jasa yang tidak secara langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengguna barang.

14.2.2. Faktor yang mempengaruhi konsumsi masyarakat

14.2.2.1. Faktor Internal meliputi : konsumen, faktor sosial ekonomi, motivasi, pengetahuan ,sikap, kepribadian

14.2.2.1.1. Faktor eksternal meliputi : faktor nilai budaya dan etnis, kelas sosial, kelompok sosial, keluarga dan rumah tangga, pengaruh situasi,

14.2.3. Beberapa tujuan dari kegiatan konsumsi, yaitu: 1. Mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa secara bertahap. 2. Menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang sekaligus. 3. Memuaskan kebutuhan jasmani dan rohani