PERANG PADRI

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
PERANG PADRI by Mind Map: PERANG PADRI

1. Waktu

1.1. 1803-1838 (35 tahun)

2. Lokasi

2.1. Sumatera Barat

3. Tokoh Kaum Padri

3.1. Tuanku Imam Bonjol

3.2. Tuanku Nan Renceh

3.3. Tuanku Pasaman

3.4. Tuanku Rao

3.5. Tuanku Tambusai

4. Tokoh Pihak Belanda

4.1. Mayor Jendral Cochius

4.2. Letnan Kolonel Raaff

4.3. Letnan Kolonel Elout

4.4. Sultan Arifin Muningsyah

5. Latar Belakang

5.1. Perang Padri diawali adanya gerakan kaum padri untuk memurnikan ajaran agama Islam di Minangkabau, Sumatera Barat.

5.1.1. Terjadinya pertentangan antara kaum padri dan kaum adat.

5.1.2. Adanya keberpihakan Belanda dengan membantu kaum adat.

6. Keterlibatan Belanda

6.1. Karena terdesak dalam peperangan dan keberadaan Yang Dipertuan Pagaruyung yang tidak pasti, meminta bantuan kepada Belanda pada tanggal 21 Februari 1821.

6.1.1. Kaum Adat yang dipimpin oleh Sultan Tangkal Alam Bagagar

6.2. Pada tanggal 4 Maret 1822, Kaum Padri terpukul oleh pihak Belanda.

6.2.1. Belanda membangun benteng pertahanan di Batusangkar dengan nama Fort Van der Capellen

6.2.2. Kaum Padri menyusun kekuatan dan bertahan di Lintau.

6.3. 5 September 1822 pasukan Belanda terpaksa kembali ke Batusangkar.

6.3.1. Serangan Kaum Padri yang dipimpin oleh Tuanku Nan Renceh.

6.3.2. Kapten Goffinet menderita luka berat kemudian meninggal dunia.

6.4. Pada 13 April 1823, Raaff mencoba kembali menyerang Lintau.

6.4.1. Kaum Padri dengan gigih melakukan perlawanan

6.4.2. Pada tanggal 16 April 1823 Belanda terpaksa kembali ke Batusangkar.

7. Gencatan Senjata

7.1. Belanda melalui residennya di Padang mengajak pemimpin Kaum Padri berdamai.

7.1.1. Berdamai dengan maklumat "Perjanjian Masang"

7.1.1.1. Kaum Padri sadar bahwa selama ini Belanda tidak sungguh-sungguh di dalam menolong kaum Adat.

7.1.1.2. Kaum Padri dan Kaum Adat bersatu di dalam menghusir Belanda dari tanah Minangkabau.

7.1.2. Tuanku Imam Bonjol memulihkan kekuatan dan juga mencoba merangkul kembali Kaum Adat.

7.1.2.1. Muncul suatu kompromi yang dikenal dengan nama "Plakat Puncak Pato"

7.2. Penyebab

7.2.1. Belanda kehabisan dana untuk peperangan di Eropa dan Jawa

7.2.2. Belanda kesulitan menundukkan kaum Padri

8. SHAFWAN HASYIM