JARINGAN HEWAN

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
JARINGAN HEWAN by Mind Map: JARINGAN HEWAN

1. JARINGAN EPITEL

1.1. Jaringan epitel adalah jaringan yang membatasi dua lingkungan berbeda dalam tubuh hewan, dan melekat pada jaringan ikat.

1.2. Fungsi umum jaringan epitel antara lain adalah untuk proteksi, absorpsi, sekresi, reseptor dan pertukaran zat.

1.3. Jaringan epitel berdasarkan letaknya:

1.3.1. Epidermis, berbatasan dengan lingkungan luar.

1.3.2. Endotelium, membatasi organ dalam.

1.3.3. Mesotelium, membatasi rongga.

1.4. Berdasarkan bentuk, jaringan epitel terdiri dari:

1.4.1. Epitel pipih (squamous epithelium)

1.4.1.1. Selapis

1.4.1.1.1. Sangat tipis, permeabel dan transpor zat dilakukan dengan difusi dan osmosis. Contoh: epitel alveolus dan kapiler.

1.4.1.2. Berlapis

1.4.1.2.1. Berfungsi sebagai perlindungan dari luar tubuh dan mudah melakukan regenerasi. Contoh: epitel kulit, mulut dan vagina.

1.4.2. Epitel kubus (cuboid ephitelium)

1.4.2.1. Selapis

1.4.2.1.1. Berperan utama dalam absorpsi dan sekresi. Contoh: epitel saluran kelenjar ludah dan tubulus ginjal.

1.4.2.2. Berlapis

1.4.2.2.1. Merupakan epitel penyusun kelenjar, berperan utama dalam absorpsi dan sekresi, dan melindungi dari gesekan. Contoh: epitel ovarium, testis, saluran kelenjar keringat dan kulit

1.4.3. Epitel silindris (columnar epithelium)

1.4.3.1. Selapis

1.4.3.1.1. Berperan utama dalam absorpsi dan sekresi, dan diselingi oleh suatu sel goblet yang menghasilkan lendir. Contoh: epitel lambung, usus halus, dan bagian saluran pencernaan lainnya.

1.4.3.2. Berlapis

1.4.3.2.1. Jarang ditemukan, berperan utama dalam sekresi dan pelindung. Contoh: epitel laring, faring, trakea, dan kelenjar ludah.

1.4.3.3. Berlapis semu bersilia

1.4.3.3.1. Memiliki sel epitel silindris yang tersusun seperti dua lapis, namun terjadi karena hanya perbedaan tinggi sel, sehingga bagian apikal yang terlihat adalah hanya sel yang tinggi. Contoh: epitel saluran pernapasan atas.

1.4.4. Epitel transisional

1.4.4.1. Bentuknya dapat berubah-ubah dengan cara mengembang dan mengempis, dan bersifat impermeabel. Contoh: epitel pada kandung kemih, ureter, uretra, dan tubulus ginjal.

1.4.5. Epitel kelenjar

1.4.5.1. Terletak pada kelenjar endokrin dan eksokrin. Bentuk epitel kelenjar terdiri dari tubular (tabung) dan alveolar (membulat).

2. JARINGAN IKAT

2.1. Jaringan ikat/konektif/penyokong adalah jaringan yang berfungsi mengikat jaringan- jaringan lain menjadi satu, dan berasal dari perkembangan mesenkim dari mesoderm.

2.2. Komponen penyusun jaringan ikat:

2.2.1. fibroblas, makrofag, sel lemak, mast cell, sel plasma, sel pigmen, leukosit, sel mesenkim

2.3. Jaringan ikat dapat dibedakan menjadi 3 jenis,yaitu

2.3.1. Jaringan ikat sejati

2.3.1.1. jaringan ikat longgar

2.3.1.1.1. Adalah jaringan yang seratnya lebih longgar, komposisi bahan dasar matriksnya lebih banyak, sel penyusunnya lebih sedikit.

2.3.1.1.2. terdiri atas: (1) jaringan mukosa (2) jaringan areolar (3) jaringan lemak (4) jaringan retikular

2.3.1.2. jaringan ikat padat

2.3.1.2.1. Adalah jaringan yang seratnya lebih banyak dan rapat daripada bahan dasar dan sel penyusunnya.

2.3.1.2.2. dibedakan menjadi 2 jenis:

2.3.2. jaringan ikat cair

2.3.2.1. jaringan darah

2.3.2.1.1. Merupakan jaringan ikat yang terspesialisasi sebagai tempat sel-sel darah dengan matriks cair (plasma darah).

2.3.2.1.2. penyusun jaringan darah: (1) plasma darah (2) eritrosit (3) leukosit (4) trombosit

2.3.2.2. jaringan limfa

2.3.2.2.1. Merupakan jaringan yang terdiri dari sel-sel limfosit dan makrofag dan serat-serat retikuler. Jaringan limfa terdapat pada organ- organ limfa seperti timus, tonsil, dan limpa.

3. JARINGAN SARAF

3.1. jaringan saraf tersusun dari:

3.1.1. sel saraf (neuron)

3.1.1.1. neuron berbentuk serabut panjang

3.1.2. sel penyokong (neuroglia)

3.1.2.1. sel berukuran kecil, menghasilkan mielin, berfungsi sebagai penyokong neuron-neuron dan menyatukan jaringan pada susunan saraf pusat

3.2. berfungsi menghimpun rangsangan dari lingkungan, mengubah rangsangan menjadi impuls saraf, meneruskan impuls ke bagian penerimaan yang terorganisasi, menafsirkan impuls, kemudian memberikan jawaban (respons) yang tepat ke organ organ efektor

4. JARINGAN OTOT

4.1. Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang berfungsi sebagai alat gerak aktif tubuh.

4.2. Jaringan otot terdiri dari serat-serat otot yang disebut miofibril.

4.3. 3 macam jaringan otot

4.3.1. jaringan otot polos

4.3.1.1. Berbentuk gelondong dengan inti di tengah, bekerja secara tidak sadar (involunter) atau dipersarafi saraf autonom, dan tidak mudah lelah. Contoh: jaringan pada usus, lambung, pembuluh darah, kantung kemih, rahim, dan organ dalam dan rongga tubuh lain.

4.3.2. Otot lurik/rangka

4.3.2.1. Berbentuk silinder panjang dengan inti di tepi, tidak bercabang, bekerja secara sadar (volunter) atau dipersarafi saraf pusat, dan cepat lelah.Contoh: otot yang menempel pada tulang (daging).

4.3.3. Otot jantung

4.3.3.1. Berbentuk silinder panjang dengan inti di tengah, bercabang, bekerja secara tidak sadar (involunter) atau dipersarafi sistem saraf autonom, dan tidak mudah lelah.Contoh: otot pada jantung.