Istilah-istilah dalam psikologi

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Istilah-istilah dalam psikologi by Mind Map: Istilah-istilah dalam psikologi

1. a.      Pengukuran

1.1. pengukuran adalah measurement yang artinya ukuran. Mengukur berarti membandingkan sesuatu dengan suatu ukuran. Pengukuran juga merupakan perbandingan dengan standar.

2. Tes psikologis merupakan tes yang dilakukan untuk mengukur aspek individu secara psikis. Tes yang dilakukan dapat berbentuk tes tertulis, visual, atau evaluasi secara verbal yang teradministarsi untuk mengukur fungsi kognitif dan emosional. 

3. b.      Penilaian

3.1. penilaian adalah  evaluation. Menilai berarti mengambil  suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik atau buruk.

4. c.       Evaluasi

4.1. Evaluasi  merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagaimana tujuan tes yang sudah tercapai.

5. d.      Tes dan Testing

5.1. Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan.

5.2. Testing merupakan saat pada waktu tes dilaksanakan atau saat pengambilan tes. Testing disebut juga dengan waktu pelaksanaan tes. 

6. e.Tes Standar dan Standar Tes

6.1. Tes standar adalah tes yang dibuat oleh suatu lembaga profesional untuk keperluan tertentu. Bentuk tes standar secara umum adalah pilihan ganda.

6.2. Standar tes merupakan etika yang terdapat dalam tes. Standar tes merupakanetika tes, yang membedakantes yang etik dan tindakan yang tidak etis dalam pelaksanaan tes secara profesional.

7. f.       Tester dan Testee

7.1. Tester dalam istilah Indonesia adalah   pencoba. Tester merupakan orang yang diserahi tugas untuk melaksanakan pengambilan tes terhadap para responden. 

7.2. Testee dalam istilah Indonesia adalah mencoba. Testee merupakan responden yang sedang mengerjakan tes .

8. g.      Inventori

8.1. Inventori adalah suatu alat yang digunakan untuk menaksir dan menilai ada atau tidaknya tingkah laku, minat,sikap tertentu, dan sebagainya dalam diri individu.

9. h. Pengadministraisan Tes Psikilogis

9.1. a.      Setting Fisik

9.1.1. Tes akan diadministrasikan dalam kelas. Kondisi sama akan mendukung efektifitas belajar harus dilanjutkan selama tes.

9.2. b.      Iklim Piskologis

9.2.1. Membuat iklim posotif dalam atmosfer kelas, sehingga siswa dapat menghadapi situasi tes dengan tenang. Hal ini dapat dilakukan dengan memberi pengertian alasan tes dilakukan dan meyakinkan siswa bahwa persiapan tes yang bagus akan membantu siswa.

10. i.        Faking

10.1. Faking atau pengelabuan jawaban biasanya terjadi saat individu mengerjakan inventori. Faking terbagi atas dua, yaitu faking good dan faking bad.

10.1.1. Faking good yaitu memberikan impresi yang lebih baik atau dapat dikatakan membaik-baikkan dirinya. 

10.1.2. Faking bad yaitu sengaja memberikan impresi yang lebih buruk,dengan tujuan untuk menghindari tugas-tugas tertentu yang mungkin akan diberikan kepadanya.

11. j.        Kode Etik Tes

11.1. 1.      Kerahasiaan Hasil Tes

11.2. 2.      Keamanan Tes

11.3. 3.      Interpretasi Hasil Tes

11.4. 4.      Penggunaan Tes