MEDIA PEMBELAJARAN

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
MEDIA PEMBELAJARAN by Mind Map: MEDIA PEMBELAJARAN

1. MEDIA AUDIO

1.1. Pengertian

1.1.1. Media untuk menyampaikan pesan yang akan disampaikan dalam bentuk lambang-lambang auditif, baik verbal ( ke dalam kata-kata atau Bahasa lisan ) maupun non verbal.

1.2. Sifat

1.2.1. Hanya megandalkan suara ( indera pendengaran )

1.2.2. Personal

1.2.3. Cenderung satu arah

1.2.4. Mampu menggugah imajinasi

1.3. Tujuan

1.3.1. Tujuan kognitif

1.3.1.1. Pengguna media audio bertujuan untuk membangun pengetahuan peserta didik

1.3.2. Tujuan psikomotor

1.3.2.1. Bertujuan untuk mengajarkan keterampilan verbal

1.3.3. Tujuan Afektif

1.3.3.1. Bertujuan untuk menciptakan suara oleh musik latar, efek suara, suara narator, sehingga menuntut peserta didik berkonsentrasi penuh dalam pembelajaran.

1.4. Manfaat

1.4.1. Pemusatan perhatian dan mempertahankan perhatian.

1.4.2. Mengikuti pengarahan

1.4.3. Melatih daya analisis

1.4.4. Memilah-milih informasi atau gagasan yang relevan daninformasi yang tidak relevan.

1.4.5. Merangkum, mengemukakan kembali, atau mengingat kembali informasi

1.5. Jenis-Jenis

1.5.1. Laboratorium bahasa

1.5.1.1. Media ini biasanya digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran seperti: mendengarkan percakapan bahasa asing seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris

1.5.1.2. Kelebihan : 1) Media ini lebih canggih. 2) Ruangan nyaman.

1.5.1.3. Kekurangan : 1) Peralatan terbatas. 2) Perawatan dan pengadaan media relatif lebih mahal. 3) Menggunakan laboratorium bahasa tidak hanya 1 (satu) kelas saja, tetapi semua peserta didik dalam satu sekolah, jadi harus memerlukan perawatan ekstra.

1.5.2. Radio

1.5.2.1. Fungsi radio sebagai media belajar adalah dapat memberikan informasi-informasi yang dimuat di dalamnya. Media ini juga mampu merangsang partisipasi aktif bagi si pendengar.

1.5.2.2. Kelebihan: 1) Personal 2) Cepat 3) Jangkauan luas 4) Imajinatif, dapat merangsang imajinasi 5) Sederhana 6) Mudah di bawa-bawa dana harganya murah 7) Siaran langsung 8) Siswa dapat memusatkan perhatian pada bunyi 9) Dapat menyajikan laporan seketika (on the spot)

1.5.2.3. Kekurangan: 1) Hanya selintas 2) Hanya mengandalkan suara 3) Hanya mengandalkan suara 4) Cenderung sifat komunikasinya satu arah 5) Siarannya disentralisasikan sehingga guru tak dapat mengontrol 6) Integrasi siaran radio yang bersifat mendidik jarang ditemukan

1.5.3. Alat pereka pita magnetik

1.5.3.1. Peran atau fungsi alat perekam pita magnetik dalam media belajar adalah dapat dipergunakan untuk merekam suara atau data (materi pelajaran) sehingga dalam penyampainya pendidik dapat memutarnya kembali.

1.5.3.2. Kelebihan: 1) Memiliki multifingsi yaitu merekam, menampilkan rekaman, dan menghapus serta playback rekaman tersebut dilakukan segera mungkin pada mesin yang sama. 2) Pita rekaman mampu diputar berulang ulang sesuai dengan kebutuhan tanpa mempengaruhi volume. 3) Rekaman yang ada dalam kaset pita dapat digunakan sesuai dengan jadwal pelajaran dan guru dapat mengontrolnya, 4) Kaset pita memberikan kemudahan dalam pembelajaran bahasa dan pengadaan programnya sangat mudah.

1.5.3.3. Kekurangan: 1) Memiliki jangkauan yang sangat terbatas 2) Kaset pita terkadang macet atau kusut di dalam mesin pemutar karena tipisnya kaset

1.5.4. Phonografh (Gramaphone)

1.5.4.1. Alat rekam ini menggunakan cakram datar yang bernama gramafon, selanjutnya dikenal dengan nama piringan hitam. Piringan hitam ini mampu merekam berbagai macam suara, sehingga alat ini cocok untuk pelajaran musik, drama, puisi, dongeng, turur, dan cerita.

1.5.4.2. Kelebihan : 1) Piringan hitam tidak mudah rusak. 2) Suara yang direkam bagus, 3) Masa era modern piringan hitam menjadi barang antik yang mahal.

1.5.4.3. Kekurangan : 1) Segi fisik, piringan hitam besar. 2) Cukup berat kira-kira 90-200 gram, sehingga tdak praktis untuk dibawa kemana-mana.

1.5.5. CD atau DVD

1.5.5.1. Sebuah media penyimpanan file audio yang dibuat untuk merampingkan sistem penyimpanannya. CD dan DVD dapat menyimpan file lebih banyak dari kaset.

1.5.5.2. Kelebihan: 1) Dibandingkan dengan piringan hitam, CD lebih kecil diameternya; 2) CD dapat tahan dalam penggunaan berulang; 3) Teknologi CD juga memungkinkan menghilangkan suara gangguan permukaan yang sering terjadi; 4) Mutu suara dapat diperbaiki karena musik direkam secara digital.

1.5.5.3. kekurangan: 1) Permukaan CD lebih mudah tergores, jika tidak hati-hati. 2) Jika tergores optikal unitnya tidak bisa membaca CD, sehingga kerjanya tidak optimal.

1.5.6. MP3

1.5.6.1. Bentuk penyimpanan file audio digital yang memberikan kualitas suara yang lebih bagus dibandingkan dengan CD Audio. Alat untuk memutar MP3 adalah MP3 player atau Ipod.

1.6. Kelebihan

1.6.1. Dengan menggunakan alat perekam, program audio digunakan sesuai dengan kebutuhan pendengar/ pemakai. Misalnya , pemakaian audio untuk belajar bahasa inggris yang pemakaiannya dapat dilaksanakan kapan dan dimana saja.

1.6.2. Media audio dapat melatih siswa untuk mengembangkan daya imajinasi yang abstrak.

1.6.3. Media audio dapat merangsang partisipasi aktif para pendengar, misalnya sambil mendengar siaran , siswa dapat melakukan kegiatan-kegiatan lain yang menunjang terhadap pencapian tujuan.

1.6.4. Program audio dapat menggugah rasa ingin tahu siswa tentang sesuatu sehingga dapat merangsang kraetifitas

1.7. Kekurangan

1.7.1. Sifat komunikasinya satu arah (one way communication).

1.7.2. Lebih banyak menggunakan suara dan bahasa verbal , hanya mungkin dapat dipahami oleh pendengar yang mempunyai tingkat penguasaan kata dan bahasa yang baik.

1.7.3. Media audio hanya akan mampu melayanisecara baik untuk mereka yang sudah mampu berfikir abstrak.

1.7.4. Penyajian materi melalui media audio dapat menimbulkan verbalisme pendengar.

1.7.5. Media audio yang menggunakan program siaran radio, biasanya dilaksanakan serempak dan terpusat , sehingga sulit untuk melakukan pengontrolan

2. MEDIA PEMBELAJARAN

2.1. Manfaat

2.1.1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis

2.1.2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu tenaga dan daya indera

2.1.3. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar

2.1.4. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori & kinestetiknya,

2.1.5. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama.

2.2. Fungsi

2.2.1. Fungsi Afektif

2.2.1.1. Memotivasi minat atau tindakan,

2.2.1.2. Menyajikan informasi, dan

2.2.1.3. Memberi instruksi yang dapat menggugah emosi dan sikap pembelajar,

2.2.1.4. misalnya informasi yang menyangkut masalah sosial atau ras.

2.2.2. Fungsi Kognitif

2.2.2.1. Menggunakan lambang visual atau gambar untuk memperlancar pencapaian tujuan dalam memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

2.2.3. Fungsi Kompensatoris

2.3. Pengertian

2.3.1. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan si pelajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.

2.4. Tujuan

2.4.1. Mempermudah proses belajar mengajar.

2.4.2. Meningkatkan efisiensi belajar mengajar.

2.4.3. Menjaga relevansi dengan tujuan belajar.

2.4.4. Membantu konsentrasi siswa

2.4.5. Menurut Gagne: Komponen sumber belajar yang dapat merangsang siswa untuk belajar

2.4.6. Menurut Briggs: Wahana fisik yang mengandung materi instruksional

2.4.7. Menurut Schramm: Teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional

2.4.8. Menurut Y. Miarso: Segala sesuatu yang dapat merangsang proses belajar siswa (Haryanto, S.Pd,2012).

2.5. Landasan Penggunaan

2.5.1. Landasan psikologis

2.5.1.1. Strategi (media) pembelajaran haruslah dipilih sesuai dengan karakteristik individual siswa.

2.5.2. Landasan teknologis

2.5.2.1. Dalam teknologi pembelajaran, pemecahan masalah dilakukan dalam bentuk: kesatuan komponen-komponen sistem pembelajaran yang telah disusun dalam fungsi disain atau seleksi, dan dalam pemanfaatan serta dikombinasikan sehingga menjadi sistem pembelajaran yang lengkap. Komponen-komponen tersebut meliputi pesan, orang, bahan, media, peralatan, teknik, dan latar.

2.5.3. Landasan empiris.

2.5.3.1. Pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan guru, tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik pembelajar, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik media itu sendiri

2.5.4. Landasan filosofis.

2.5.4.1. Guru memperhatikan kompleks dan uniknya proses belajar, maka ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa

3. MEDIA VISUAL

3.1. Pengertian

3.1.1. Semua alat peraga yang digunakan dalam proses belajar yang bisa dinikmati lewat panca indera mata.

3.2. Fungsi

3.2.1. Fungsi atensi

3.2.1.1. Media visual merupakan inti, menarik, dan mengarahkan perhatian pembelajar untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran

3.2.2. Fungsi afektif

3.2.2.1. Media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan pembelajar ketika belajar membaca teks bergambar. Gambar atau lambang visual akan dapat menggugah emosi dan sikap pembelajar

3.2.3. Fungsi kognitif

3.2.3.1. Media visual mengungkapkan bahwa lambang visual memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mendengar informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar

3.2.4. Fungsi kompensatoris

3.2.4.1. Media visual memberikan konteks untuk memahami teks membantu pembelajar yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatkannya kembali.

3.3. Macam-Macam

3.3.1. Media yang tidak diproyeksikan

3.3.1.1. Media

3.3.1.1.1. Model adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau pengganti dari benda yang sesungguhnya.

3.3.1.2. Media Grafis

3.3.1.2.1. Fungsi dari media grafis, adalah untuk menarik perhatian, memperjelas sajian pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan jika hanya melalui penjelasan secara verbal.

3.3.2. Media proyeksi

3.3.2.1. Transparansi OHP

3.3.2.1.1. Alat bantu mengajar tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, yakni guru dapat bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa).

3.3.2.2. Film Bingkai/Slide

3.3.2.2.1. Film transparan yang umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2x2 inci.

4. MEDIA KONKRIT

4.1. Pengertian

4.1.1. Segala sesuatu yang nyata dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sehingga proses pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan efesien menuju tercapainya tujuan yang diharapkan.

4.2. Fungsi

4.2.1. Alat bantu untuk mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif

4.2.2. Bagian integral dari keseluruhan situasi mengajar

4.2.3. Meletakkan dasar-dasar yang konkrit dan konsep yang abstrak sehingga dapat mengurangi pemahaman yang bersifat verbalisme

4.2.4. Mengembangkan motivasi belajar siswa Mempertinggi mutu pembelajaran

4.3. Kelebihan

4.3.1. Membangkitkan ide-ide atau gagasan-gagasan yang bersifat konseptual, sehingga mengurangi kesalah pahaman siswa dalam mempelajarinya

4.3.2. Meningkatkan minat siswa untuk mempelajari materi pelajaran

4.3.3. Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar

4.3.4. Dapat mengambangkan jalan pikiran yang berkelanjutan

4.3.5. Menyediakan pengalaman- pengalaman yang tidak mudah di dapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam dan beragam.

4.4. Kekurangan

4.4.1. Membawa siswa ke berbagai tempat di luar sekolah terkadang memiliki resiko dalam bentuk kecelakaan dan sejenisnya

4.4.2. Biaya yang diperlukan untuk mengadakan berbagai objek nyata tidak sedikit dan memiliki kemungkinan kerusakan dalam menggunaknnya.

5. KRITERIA DAN ANALISIS MEDIA

5.1. Kriteria Pemilihan Media Pembelajaran

5.1.1. Pengertian

5.1.1.1. Pengembangan pembelajaran terdapat banyak model sesuai dengan kepentingan dan maksud pengembangan pembelajaran. Oleh karena itu pemilihan media terdapat juga ragam dan caranya sesuai dengan banyaknya model pengembangan pembelajaran yang ada termasuk kriteria yang dipakai dalam pemilihan media, ragam dan cara pemilihan

5.1.2. Model

5.1.2.1. Model Flowchart

5.1.2.1.1. Model ini digunakan untuk penentuan akhir dalam pemilihan media pembelajaran.

5.1.2.2. Model Matrik

5.1.2.2.1. Model tersebut digunakan sebagai penguat penentuan akhir pemilihan media pembelajaran

5.1.2.3. Model Checlist

5.1.2.3.1. Model ini digunakan untuk meneliti kesesuaian pemilihan media pembelajaran.

5.2. Analisis Kebutuhan Media

5.2.1. Guru perlu mengubah metode pembelajaran yang semula lebih banyak dilakukan dengan ceramah menjadi metode pembelajaran yang menempatkan siswa menjadi subjek utama. Penggunaan media pembelajaran di sekolah dasar menjadi bagian yang penting yang perlu diperhatikan oleh guru.

5.3. Pemilihan Media Pembelajaran

5.3.1. Material atau Dana

5.3.1.1. Guru harus pandai memilih media yang tidak menghabiskan dana yang mahal.

5.3.2. Materi Pelajaran

5.3.2.1. Sebelum membuat media pembelajaran sebaiknya guru memperhatikan materi, mengurutkan materi dan menggabungkannya agar saling berkesinambungan.

5.3.3. Peserta Didik

5.3.3.1. Setiap individu memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda, hal ini menjadikan guru untuk membuat media semenarik mungkin dan bisa menyesuaikan karakteristik setiap anak.

5.3.4. Jenis Media

5.3.4.1. Guru dalam pemilihan media harus menentukan jenis media apa yang akan digunakannya. Jenis-jenis media meliputi audio, visual, audio visual, dan alat peraga.