ATMOSFER Ervin Gustandi X-1

tugas geografi

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
ATMOSFER Ervin Gustandi X-1 by Mind Map: ATMOSFER Ervin Gustandi X-1

1. Lembaga-Lembaga Penyedia dan Pengguna Data Atmosfer

1.1. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

1.2. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

1.3. Badan Informasi Geospasial (BIG)

2. Pengaruh Perubahan Iklim Global terhadap Kehidupan

2.1. Perubahan Iklim

2.1.1. Perubahan iklim adalah perubahan yang terjadi pada unsur-unsur iklim

2.1.2. Perubahan unsur iklim cenderung naik atau turun secara nyata

2.1.3. Misalnya curah hujan menjadi lebih besar dari biasanya

2.2. Efek Rumah Kaca

2.2.1. Kondisi Normal

2.2.1.1. Sebagian panas dari sinar matahari yang datang melewati atmosfer, Sebagian diserap dan sebagian lagi di pancarkan ke atmosfer

2.2.2. Kondisi Efek Rumah Kaca

2.2.2.1. Atmosfer dipenuhi oleh gas dan molekul rumah kaca, sehingga panas dari matahari terperangkap di bumi tidak dapat diteruskan ke atmosfer. Kemudian, dipancarkan ke segala arah

2.3. Pemanasan Global

2.3.1. Mencairnya es di kutub

2.4. El Nino

2.4.1. Anomali yang terjadi di Samudra pasifik (di wilayah sekitar perairan Peru) yang ditandai meningkatnya suhu permukaan laut

2.5. La Nina

2.5.1. Anomali yang terjadi di wilayah Samudra Pasifik yang ditandai dengan turunnya suhu permukaan laut di bawah suhu normalnya

2.6. Dampak Perubahan Iklim

2.6.1. Berkurangnya sumber air minum di pesisir pantai

2.6.2. Terjadinya bencana alam ekstrem

2.6.3. Permukaan air laut meningkat

2.6.4. Meningkatkan risiko kebakaran hutan

2.6.5. Perubahan unsur-unsur iklim dan cuaca

2.6.6. Terganggunya keseimbangan ekosistem

3. Karakteristik Iklim di Indonesia dan Pengaruhnya

3.1. Iklim Musim

3.1.1. Iklim Monsun Barat

3.1.1.1. Angin bertiup dari benua Asia menuju Benua Australia, melewati Samudra Hindia. Menyebabkan musim hujan di Indonesia

3.1.2. Iklim Monsun Timur

3.1.2.1. Angin bertiup dari benua Australia menuju Benua Asia, melewati gurun yang luas. Menyebabkan musim kemarau di Indonesia

3.2. Iklim Tropis

3.2.1. Dipengaruhi oleh letak wilayah Indonesia terhadap garis lintang

3.2.2. Berdasarkan iklim matahari, Indonesia terletak di wilayah iklim tropis

3.2.3. Ciri-ciri iklim tropis, suhu udara rata-rata tinggi, curah hujan tinggi, dan mendapat sinar matahari sepanjang tahun

3.3. Iklim Laut

3.3.1. Indonesia merupakan negara kepualauan yang memiliki lautan luas sehingga dipengaruhi oleh iklim laut. Penguapan tinggi menyebabkan banyak terbentuk awan dan terjadi hujan.

4. Karakteristik Lapisan-Lapisan Atmosfer

4.1. Karakteristik Atmosfer

4.1.1. Berada di ketinggian 0 km di atas permukaan tanah sampai sekitar 1.000 km di atas permukaan tanah

4.1.2. Terdiri dari unsur gas dan uap air

4.1.3. Tidak berwarna, tidak berwujud, tidak berbau, bisa dirasakan dalam bentuk angin

4.1.4. Dapat mengembang dan menyusut

4.1.5. Memiliki berat sehingga menyebabkan tekanan

4.2. Lapisan Atmosfer

4.2.1. Troposfer

4.2.1.1. Lapisan yang paling dekat dengan permukaan bumi

4.2.1.2. Tempat terjadinya fenomena iklim dan cuaca

4.2.1.3. Terjadi penurunan suhu sekitar 0,6° C setiap kenaikan tempat 100 m

4.2.1.4. Ketebalan lapisan sekitar 6–20 km

4.2.2. Stratosfer

4.2.2.1. Mempunyai sifat udara yang kering sehingga pesawat jet terbang di lapisan ini

4.2.2.2. Semakin ke atas suhu udara semakin tinggi

4.2.2.3. Pada ketinggian 35 km di atas permukaan laut terdapat lapisan ozon

4.2.2.4. Terdapat dua lapisan yang memiliki sifat berbeda, yakni lapisan isotermal dan lapisan inversi

4.2.3. Mesosfer

4.2.3.1. Lapisan mesosfer berada di ketinggian 60–80 km dpl.

4.2.3.2. Lapisan pelindung bumi dari meteor

4.2.3.3. Udara pada lapisan ini sangat panas disebabkan adanya pergeseran objek atau benda-benda angkasa yang datang

4.2.3.4. Semakin ke atas, suhu udara lapisan ini semakin rendah

4.2.4. Termosfer

4.2.4.1. Lapisan termosfer berada di ketinggian 80–100 km dpl.

4.2.4.2. Suhu di lapisan ini sangat panas hingga pencapai lebih dari 1.000° celsius

4.2.4.3. Lapisan tempat sebagian molekul dan atom udara mengalami ionisasi

4.2.4.4. Terdapat kemunculan aurora di langit Kutub Utara dan Kutub Selatan

4.2.5. Eksosfer

4.2.5.1. Terjadi berbagai interaksi antara gas yang di luar angkasa

4.2.5.2. Tempat orbit satelit bumi

4.2.5.3. Lapisan terluar atmosfer

4.2.5.4. Berada di ketinggian antara 500 – 1.500 km

4.2.5.5. Suhu mencapai 2.200° C

4.3. Gejala Optik di Atmosfer

4.3.1. Halo

4.3.2. Pelangi

4.3.3. Sandikala

4.3.4. Fatamorgana

4.3.5. Aurora

5. Iklim dan Cuaca

5.1. Unsur Pembentuk Iklim dan Cuaca

5.1.1. Penyinaran Matahari

5.1.1.1. Faktor intensitas penyinaran matahari

5.1.1.1.1. Sudut datangnya matahari

5.1.1.1.2. Posisi garis lintang

5.1.1.1.3. Relief muka bumi

5.1.1.1.4. Jarak dari laut

5.1.2. Suhu Udara

5.1.2.1. Faktor suhu udara

5.1.2.1.1. Sudut datangnya matahari

5.1.2.1.2. Lamanya penyinaran matahari

5.1.2.1.3. Keadaan awan

5.1.2.1.4. Ketinggian tempat

5.1.2.1.5. Perbedaan garis lintang

5.1.3. Tekanan Udara

5.1.3.1. Tekanan udara dipengaruhi oleh suhu dan ketinggian tempat

5.1.4. Angin

5.1.4.1. Faktor kecepatan angin

5.1.4.1.1. Gradien barometrik

5.1.4.1.2. Ketinggian tempat

5.1.4.1.3. Posisi terhadap geris lintang

5.1.4.2. Jenis-jenis angin tetap

5.1.4.2.1. Angin pasat

5.1.4.2.2. Angin antipasat

5.1.4.3. Jenis-jenis angin tidak tetap

5.1.4.3.1. Angin darat

5.1.4.3.2. Angin laut

5.1.4.3.3. Angin monsun

5.1.4.3.4. Angin fohn

5.1.5. Awan

5.1.5.1. Awan Tinggi

5.1.5.1.1. awan cirrus, cirrostratus, cirrocumulus

5.1.5.2. Awan Menengah

5.1.5.2.1. awan alto cumulus, awan altostratus

5.1.5.3. Awan Rendah

5.1.5.3.1. wan strato cumulus, awan stratus, awan nimbostratus

5.1.5.4. Awan Karena Udara Naik

5.1.5.4.1. awan cumulus dan nimbostratus

5.1.6. Kelembapan Udara

5.1.6.1. Jumlah uap air di dalam udara. Kelembapan udara dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu udara, maka kandungan uap air semakin banyak

5.1.7. Curah Hujan

5.1.7.1. Zenital

5.1.7.1.1. Hujan yang terjadi saat matahari berada pada titik puncaknya

5.1.7.2. Orografis

5.1.7.2.1. Hujan yang terjadi di sekitar pegunungan

5.1.7.3. Frontal

5.1.7.3.1. Hujan yang terjadi karena massa udara panas dan massa udara dingin bertemu

5.2. Cuaca

5.2.1. Cuaca adalah kondisi atmosfer yang terjadi pada waktu tertentu di wilayah yang tidak luas

5.3. Iklim

5.3.1. Kondisi rata-rata cuaca dalam periode waktu yang panjang, umumnya lebih dari 30 tahun dan cakupan wilayah yang luas

6. Klasifikasi Tipe Iklim dan Pola Iklim Global

6.1. Iklim Matahari

6.1.1. Kutub (90°LU/LS -66.5°LU/LS)

6.1.2. Sedang (66.5°LU/LS -40°LU/LS)

6.1.3. Subtropis (40°LU/LS -23.5°LU/LS)

6.1.4. Tropis (23.5°LU - 23.5°LS)

6.2. Iklim Fisis

6.2.1. Iklim Laut

6.2.2. Iklim Darat

6.2.3. Iklim Gunung

6.2.4. Iklim Musim

6.3. Iklim Koppen

6.3.1. Tropis

6.3.1.1. Af

6.3.1.2. Aw

6.3.1.3. Am

6.3.2. Kering

6.3.2.1. Bs

6.3.2.2. Bw

6.3.3. Sedang hangat

6.3.3.1. Cw

6.3.3.2. Cs

6.3.3.3. Cf

6.3.4. Salju

6.3.4.1. Df

6.3.4.2. Dw

6.3.5. Salju abadi

6.3.5.1. Et

6.3.5.2. Ef

6.3.5.3. Eh

6.4. Iklim Schmidt-Ferguson

6.4.1. Sangat basah

6.4.2. Basah

6.4.3. Agak basah

6.4.4. Sedang

6.4.5. Agak kering

6.4.6. Kering

6.4.7. Sangat kering

6.4.8. Ekstrem kerin

6.5. Iklim Oldeman

6.5.1. Tipe Utama

6.5.1.1. A

6.5.1.2. B

6.5.1.3. C

6.5.1.4. D

6.5.1.5. E

6.5.2. Subdivisi

6.5.2.1. 1

6.5.2.2. 2

6.5.2.3. 3

6.5.2.4. 4

6.6. Iklim Junghuhn

6.6.1. Dingin (2.500 m)

6.6.2. Sejuk (1.500 m)

6.6.3. Sedang (600 m)

6.6.4. Panas (0 m