Multikulturalisme

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Multikulturalisme by Mind Map: Multikulturalisme

1. Pemahaman Multikulturalisme

1.1. Istilah yang digunakan untuk menjelaskan pandangan tentang ragam kehidupan di dunia,

1.2. Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya

1.3. Multikulturalisme bertentangan dengan monokulturalisme dan asimilasi yang telah menjadi norma dalam paradigma negara bangsa ( nation-state ) sejak awal abad ke-19

1.4. Kesadaran multikultur bangsa Indonesia, sebenarnya sudah muncul sejak Negara Republik Indonesia terbentuk. Pada masa Orde Baru, kesadaran tersebut pernah dipendam atas nama kesatuan dan persatuan. Paham monokulturalisme sempat ditekan

2. Multikulturalisme untuk NKRI

2.1. Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat dengan tingkat keanekaragaman yang sangat kompleks, dengan berbagai keanekaragaman tersebut, masyarakat kita dikenal dengan istilah masyarakat multikultural

2.2. Model masyarakat multikultural ini sebenarnya telah digunakan sebagai acuan oleh para pendiri bangsa Indonesia dalam mendesain kebudayaan bangsa, sebagaimana yang terungkap dalam penjelasan Pasal 32 UUD 1945, yang berbunyi “Kebudayaan bangsa (Indonesia) adalah puncak-puncak kebudayaan di daerah”

2.3. Pada dasarnya, multikulturalisme yang terbentuk di Indonesia merupakan akibat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas.

2.4. Masyarakat multikultural ini harus dipahami dan memaknai dalam konteks masa kini dan masa depan yang harus terus ditanamkan

2.5. Inti dari cita-cita tersebut adalah

2.5.1. sebuah masyarakat sipil demokratis,

2.5.2. ditegakkannya hukum untuk supremasi keadilan,

2.5.3. pemerintahan yang bersih dari KKN

2.5.4. terwujudnya keteraturan sosial dan rasa aman masyarakat yang menjamin kelancaran produktivitas warga masyarakat

2.5.5. kehidupan ekonomi yang mensejahterakan rakyat Indonesia

3. Tantangan

3.1. Akhir-akhir ini, intensitas dan ekstensitas konflik sosial di tengah tengah masyarakat terasa kian meningkat. Terutama konflik sosial yang bersifat horisontal, yakni konflik yang berkembang di antara anggota masyarakat, meskipun tidak menutup kemungkinan timbulnya konflik berdimensi vertikal, yakni antara masyarakat dan negara

3.2. Di era demokratisasi yang mengagungkan keterbukaan, sejumlah konflik sosial dalam masyarakat telah berubah menjadi destruktif bahkan cenderung anarkhis

3.3. Apakah fenomena konflik sosial ini merupakan peristiwa yang bersifat insidental dengan motif tertentu dan kepentingan sesaat, ataukah justru merupakan budaya dalam masyarakat yang bersifat laten

3.4. Ketidakadilan masyarakat semakin terasa manakala hidup makin sulit, pekerjaan susah didapat oleh sebagian masyarakat yang menimbulkan kemiskinan, sementara ada masyarakat yang hidup lebih dari berkecukupan menimbulkan kecemburuan sosial.