Kepemimpinan Demokratis

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
Kepemimpinan Demokratis by Mind Map: Kepemimpinan Demokratis

1. Konsep kepemimpinan

1.1. Hughes, R.L. et.al., Leadership, McGraw-Hill, Boston, 2009, p.4

1.1.1. Proses dimana seorang agen membuat bawahanya untuk berperilaku sesuai dengan yang diinginkanya

1.1.2. Mengarahkan dan Mengatur pekerjaan dari anggota grup

1.1.3. Sebuah hubungan interpersonal dimana yang lain mengikuti bukan karena sesuatu yang harus tetapi oleh karena keinginan mereka

1.1.4. Proses untuk mempengaruhi sebuah grup yang telah terorganisir terhadap penyelesaian tujuan

1.1.5. Tindakan yang memusatkan sumber daya untuk menciptakan kesempatan yang diinginkan

1.1.6. Pekerjaan seorang pemimpin adalah untuk menciptakan sebuah kondisi agar tim dari pimpinan tersebut menjadi lebih efektif

1.1.7. Kepemimpian bukanlah sebuah pekerjaan tetapi sebuah aktivitas yang dilakukan seumur hidup

1.1.8. Kepemimpinan merupakan sebuah proses bukan sebuah posisi

1.2. Peter G.Northouse

1.2.1. Kepemimpinan adalah proses

1.2.2. Kepemimpinan meliputi mempengaruhi orang lain

1.2.3. Kepemimpinan terjadi didalam sebuah grup

1.2.4. Kepemimpinan termasuk memberi perhatian kepada tujuan bersama

2. Model-model Kepemimpinan

2.1. Teori Kepemimpinan

2.1.1. Trait theories : Intelegensi, karaktek, fisik, kategori sosial

2.1.2. Style theories : Kepemimpinan yang autokratik, memberitahukan, menjajakan, mengikutsertakan, mendelegasikan

2.1.3. Contingency theories : Style depend on circumstance , gauge situasion favourableness

2.2. Tiga dimensi kemungkinan situasi yang dapat mempengaruhi efektifitas kepemimpinan

2.2.1. Hubungan pemimpinan dengan anggota meliputi tingkat keyakinan, kepercayaan, dan aspek bawahan terhadap pemimpin

2.2.2. Struktur tugas meliputi tingkat dimana tugas pekerjaan terstruktur atau tidak terstruktur

2.2.3. Kekuasaan jabatan meliputi tingkat dimana seorang pimpinan mempunyai variabel seperti mempekerjakan, memecat, mendisiplinkan, mempromosikan serta menaikan gaji

2.3. Hubungan antara pimpinan dan bawahan

2.3.1. Gaya Penjelasan

2.3.2. Gaya Menjual

2.3.3. Gaya Partisipasi

2.3.4. Gaya Pendelegasian

2.4. 3 gaya kepemimpinan

2.4.1. Otoriter

2.4.1.1. Wewenang mutlak terpusat pada pimpinan

2.4.1.2. Keputusan dan kebijakan dibuat oleh pimpinan

2.4.1.3. Komunikasi berlangsung satu arah

2.4.1.4. Pengawasan ketat

2.4.1.5. Lebih banyak kritik daripada pujian

2.4.1.6. Tanggung jawab keberhasilan organisasi dipikul oleh pimpinan

2.4.2. Demokratis

2.4.2.1. Wewenang pimpinan tidak mutlak

2.4.2.2. Keputusan dan kebijakan dibuat bersama

2.4.2.3. Komunikasi dua arah

2.4.2.4. Pengawasan yang wajar

2.4.2.5. Terdapat suasana saling percaya dan saling menghargai

2.4.2.6. Tanggung jawab dipikul bersama dengan bawahan

2.4.3. Liberal

2.4.3.1. Pimpinan yang melimpahkan sepenuhnya kepada bawahan

2.4.3.2. Keputusan dan kebijakan diserahkan kepada bawahan

2.4.3.3. Hampir tidak ada pengawasan

2.4.3.4. Pemrakasa selalu datang dari bawahan

2.4.3.5. Kepentingan pribadi lebih dominan daripada kepentingan kelompok

2.4.3.6. Tanggung jawab dipikul oleh orang perorang

3. Kepemimpinan yang Efektif

3.1. Pembuatan kebijakan akan berdasar 3 sumber penting

3.1.1. Bersumber dari pihak yang lebih berkuasa

3.1.2. Bersumber dari bawahan

3.1.3. Bersumber dari dirinya sendiri selaku pemimpin

3.2. Prinsip menumbuh kembangkan integritas

3.2.1. Menumbuh kembangkan kepercayaan dan keyakinan dalam merubah kesadaran inderawi ke tingkat yang lebih baik

3.2.2. Memberi saling menghormati dan menghargai orang lain

3.2.3. Memiliki kemampuan dalam kedewasaan rohaniah, sosial, emosional, intelektual